Disunat Bisa Atasi Mengompol Pada Anak? Begini Kata Ahli

·Bacaan 1 menit

VIVA – Enuresis adalah istilah medis untuk kebiasaan mengompol, yaitu kondisi ketika seseorang tidak dapat menahan keluarnya air seni. Kondisi ini bisa terjadi ketika seseorang tidur atau terbangun.

Berbicara mengenai mengompol, tidak sedikit anggapan di masyarakat yang mengatakan masalah ini bisa diatasi dengan di sunat. Lantas benarkah demikian?

Terkait dengan hal itu spesialis urologi, Dr. dr. Nur Rasyid, SpU (K) angkat bicara. Dirinya menyebut, tindakan sunat tidak secara otomatis membuat anak berhenti ngompol

"Pada anak-anak orang sering bilang nanti abis sunat sembuh sendiri sebenarnya tidak otomatis seperti itu," kata di dalam virtual conference, Kamis 19 Agustus 2021.

Lebih lanjut, dijelaskan Nur Rasyid enuresis atau mengompol pada anak terjadi karena faktor psikologis. Dia memberikan contoh, anak ketika berada di rumah mengompol. Namun ketika tidur di rumah keluarga lainnya atau menginap bersama anggota keluarga anak tersebut tidak mengompol.

"Ada juga kelainannya bener-bener enggak bisa mengontrol. kalau secara langsung sunat berhubungan jelas tidak. Jadi pada anak yang secara psikologis itu bisa jadi anak diterangi kalau habis sunat ga ngompol dia ngerasa ada dorongan psikologis itu yang akan membantu dia," kata dia.

Meski begitu, Nur Rasyid meminta agar orang tua jangan membiarkan masalah ini terus berlanjut. Pada anak yang memiliki enuresis orang tua wajib mengajarkan beberapa hal pada anak. Mulai dari ajarkan anak untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi air mineral sebelum tidur. Kedua ajarkan anak untuk berkemih sebelum tidur.

"Kalau sudah diatur seperti itu masih ngompol kita pakai bekker, bell kira-kira kalau kandung kemihnya penuh jam berapa bell bunyi dia bangun kencing pada saat dia sudah dewasa dia bisa kontrol. asumsi disunat akan menghentikan enuresis karena biasanya sunat dewasa jadi tidak ada hubungan langsung," kata Nur Rasyid.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel