Ditabrak Pikap saat Menyapu Jalan, Diaman Empat Hari Koma di RSUD Samarinda

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang penyapu jalan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Samarinda, Kalimantan Timur, Diaman (42), dirawat intensif di RSUD AW Syachranie Samarinda. Dia mengalami koma akibat cedera di kepala usai ditabrak mobil yang melintas di Jalan Gadjah Mada, Jumat (16/9) subuh.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 04.15 Wita dan terekam kamera pengawas jalan. Dari salinan video berdurasi 2 menit 50 detik diterima merdeka.com, Diaman mengenakan pakaian kaos kuning sedang asik menyapu di pinggir median jalan.

Diaman lantas diseruduk mobil pikap yang diketahui bernomor polisi KT 8827 MI darang dari arah Jalan RE Martadinata. Diaman sempat terseret dan tergeletak di pinggir median.

Sementara, pengemudi mobil yang diketahui bernama Hadi Dwi Khoiri (30), menepikan mobilnya dan menghampiri korban yang tidak sadarkan diri. Hingga akhirnya Diaman dibawa ke RSUD Abdul Wahab Syachranie.

Korban Diaman menjalani operasi. Dia sempat tidak sadarkan diri hingga koma sejak peristiwa kecelakaan itu. Kendati demikian hari ini Diaman mulai memberikan respons.

"Kondisinya masih lemah. Setelah operasi sudah mulai pelan-pelan ada respons," kata Kepala DLH Kota Samarinda Nurrahmani dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (20/9).

Nurrahmani menerangkan penabrak Diaman bertanggung jawab atas kejadian itu. Saat ini hanya fokus pada kesembuhan Diaman yang dirawat di ruang ICU RSUD AW Syachranie.

"Kita fokus dulu kesembuhannya. Bukan bicara proses hukumnya," ujar Nurrahmani.

Kecelakan lalu lintas itu dalam penanganan unit Lakalantas Satlantas Polresta Samarinda. Sopir mengaku tidak bisa lagi menghindar setelah sempat tidak terlihat keberadaan penyapu jalan itu di depannya.

"Iya, menurut pengendara mobil, sempat tidak terlihat kalau ada penyapu jalan di depannya. Akhirnya tidak bisa menghindar dan mobil membentur badan korban," kata Kanit Lakalantas Iptu Heny Merdikawati dikonfirmasi merdeka.com terpisah.

Menurut Heny korban dalam perawatan intensif rumah sakit, di mana pembiayaannya ditanggung Jasa Raharja.

"Korban dalam tanggungan Jasa Raharja. Untuk proses hukumnya tetap jalan," kata Henny. [ded]