Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Bos DNA Pro Daniel Abe Baru Pulang dari Turki

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri menangkap bos investasi bodong robot trading DNA Pro bernama Eliazar Daniel Piri alias Daniel Abe. Penangkapan dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Sabtu (23/4) malam.

Daniel Aba ditangkap saat baru kembali dari Turki dengan menggunakan pesawat KLM. Sebelum melakukan penangkapan, polisi melayangkan surat penerbitan red notice untuk ketiga tersangka ke Interpol atas nama Fauzi alias Daniel Zil, Eliazar Daniel Piri alias Daniel Abe dan Ferawaty.

"Jadi benar pada tanggal 23 April kemarin salah satu petinggi DNA Pro inisial DA itu berhasil diamankan penyidik Tipideksus di Bandara Soetta saat yang bersangkutan kembali ke Indonesia dari Turki," kata Kabagpenum Div Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko kepada wartawan, Rabu (27/4).

Gatot mengatakan, Daniel ditangkap malam hati usai tiba di Bandara Soekarno-Hatta dari Turki menggunakan pesawat KLM via Singapura. Menurut Gatot, penyidik saat ini masih memeriksa Daniel Aba.

"Saat ini masih proses penanganan tim penyidik," ujar dia.

Terkait dua tersangka lain, Gatot menyebut masih terus diburu polisi. "(Dua lagi) Masih dilakukan pengejaran. (Barang bukti) Belum," tutup dia.

12 Tersangka

Sebelumnya, penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri melayangkan surat penerbitan red notice untuk ketiga tersangka kasus dugaan investasi bodong lewat robot tranding DNA Pro ke Interpol.

Mereka atas nama Fauzi alias Daniel Zil, Eliazar Daniel Piri alias Daniel Abe dan Ferawaty. Alasan penerbitan ini karena ketiga tersangka diduga telah kabur ke luar negeri.

"Ketiga tersangka DPO yaitu inisial DZ, DA, dan FE yang diduga bepergian keluar Indonesia," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Gatot Repli Handoko kepada wartawan, Senin (18/4/2022).

Gatot menerangkan, penyidik Bareskrim Polri telah berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional Polri guna menindaklanjuti pencarian terhadap ketiga tersangka. Dalam hal ini, penyidik telah mengirim surat ke Divhubinter Polri untuk dimintakan penerbitannya ke interpol.

"Surat permintaan juga dilengkapi data perlintasan dari Ditjen imigrasi," ujar dia.

Gatot mengatakan, penyidik juga tengah menyusuri aset-aset milik ketiga tersangka. Di samping itu, pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terus berjalan guna mempercepat pemenuhan berkas perkara.

"Penyidik juga telah melakukan aset tracing, follow the money, berupa analisa rekening-rekening yang mencurigakan, dan juga melakukan pemeriksaan saksi, dan pemeriksaan tambahan para tersangka melengkapi berkas," ucap dia.

Dalam kasus ini, Dittipideksus Bareskrim Polri menetapkan 12 tersangka. Adapun, enam tersangka yakni FR, RK, RS, RU, YS, dan JG. Sementara lainya masuk ke dalam daftar buron. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel