Ditangkap KPK, Harta Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Capai Rp 6,3 Miliar

·Bacaan 2 menit
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Rahmat Effendi dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) tim Satgas KPK.

Ketua KPK Firli Bahuri tak menampik tim penindakannya mengamankan Rahmat Effendi.

"Betul ada tangkap tangan di Bekasi, kita masih bekerja. Tolong bersabar beri waktu untuk kami bekerja," ujar Firli kepada Liputan6.com, Rabu (5/1/2022).

Berdasarkan laman elhkpn.kpk.go.id yang diakses Liputan6.com, Rahmat Effendi memiliki harta sebesar Rp 6.383.717.647. Harta tersebut dia laporkan pada 18 Februari 2021.

Harta pria yang kerap disapa Pepen ini didominasi dengan tanah dan bangunan. Pepen tercatat memiliki 39 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Bekasi dan Subang, Jawa Barat. Total nilai aset tersebut sebesar Rp 6.346.002.000.

Harta lain yang dilaporkan Pepen yakni berupa alat transportasi dan mesin senilai Rp 810 juta. Rinciannya yakni Mobil Sedan Toyota Crown 2003 senilai Rp 165 juta, mobil Chrysler Cher LTD CONTR 1997 senilai Rp 240 juta, mobil Jeep Cheroke 1995 senilai Rp 165 juta, dan motor Jeep Cheroke senilai Rp 240 juta.

Harta bergerak lainnya yang dilaporkan Pepen sebesar Rp 170 juta. Kas dan setara kas lainnya senilai Rp 610.915.238. Namun Pepen tercatat memiliki utang sebesar Rp 1.553.199.591. Jadi total harta Pepen yakni sebesar Rp 6.383.717.647.

Penangkapan Wali Kota Bekasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Bekasi pada Rabu, 5 Januari 2022. KPK menyebut Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi adalah salah satu yang ditangkap KPK.

"Betul ada tangkap tangan di Bekasi, kita masih bekerja," kata Firli kepada Liputan6.com di Jakarta.

Namun hingga saat ini belum diketahui kasus apa yang menjerat Wali Kota Bekasi tersebut. Firli meminta agar publik karena hingga kini KPK masih melakukan penyelidikan.

"Tolong bersabar beri waktu untuk kami bekerja. Nanti pada saatnya kami akan sampaikan ke publik. Mohon kami bekerja dulu," kata Firli.

Sementara itu, salah satu penyidik mengatakan bahwa salah satu yang terjaring OTT KPK adalah Wali Kota Bekasi.

"Infonya Walkot-nya, mas" kata sumber tersebut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel