Ditantang Komandan Mujahidin Indonesia Timur, Kapolri Tidak Tahu

Liputan6.com, Jakarta: Kepala Polri Jenderal Polisi Timur Pradopo mengaku tidak mengetahui adanya ajakan berperang secara terbuka dari Komandan Mujahidin Indonesia Timur (KMTI) kepada Detasemen Khusus 88 Anti Teror.

"Apa tantangannya," katanya usai acara penganugrahan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Utama untuk kepala kepolisian Brunei Darussalam dan Selandia Baru di Jakarta, Rabu (17/10) malam.

Menurut Timur, pihaknya akan mencari tahu kebenaran ajakan perang dari Komandan Mujahidin Indonesia Timur (KMTI). Termasuk menyelidiki pihak-pihak mana yang menantang polisi untuk berperang. "Nanti saya cek," singkatnya.

Sebelum itu, Kabag Penum Polri Kombes Agus Rianto pernah mengatakan bahwa tantangan berperang dari Komandan Mujahidin Indonesia Timur hanyalah upaya dari pihak-pihak tertentu untuk mengacaukan suasana kondusif di Indonesia. "Apabila pihak-pihak lain yang mencoba untuk memperkeruh, mengacaukan situasi kondusif di negara ini, kita berharap untuk segera dihentikan," jelasnya.

Seperti diberitakan, melalui surat elektronik tanpa identitas lengkap, pengirim surat yang menamakan dirinya Komandan Mujahidin Indonesia Timur (KMTI) mengajak Densus 88 untuk berperang secara jantan.

Mereka menuding Densus 88 hanya berani menangkap orang-orang lemah yang dituduh sebagai teroris. Serta merekayasa penangkapan teroris yang ada selama ini. (ARI)