Ditanya Kapan Panggil Mendag Lutfi, Begini Jawaban Kejagung

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) RI belum bisa memastikan terkait rencana pemanggilan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi usai Dirjen Daglu Indrasari Wisnu Wardhana atau IWW dijadikan tersangka kasus dugaan korupsi izin fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya.

"Secara spesifik, apakah menteri diperiksa atau tidak, saya belum bisa menjawab," ujar Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Febrie Adriansyah, Jumat (22/4).

Padahal untuk diketahui jika Indrasari Wisnu Wardhana bersama dengan tiga pihak swasta yakni Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia MPT, Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Group (PHG) SM, dan General Manager di Bagian General Affair PT. Musim Mas PTS, telah ditetapkan tersangka.

Adapun alasan belum ada rencana pemanggilan Mendag Lutfi, kata Febrie, karena pihaknya masih disibukan dengan pengumpulan barang bukti elektronik (BBE) dan alat bukti lainnya dalam rangka mengusut lebih dalam kasus korupsi izin ekspor CPO.

"Penyidik kami sedang disibukkan dengan penelitian barang bukti elektronik dan tindakan pengumpulan alat bukti lain yang cukup kuat," bebernya.

Kendati begitu, Febrie menegaskan jika penyidik akan tetap bertindak profesional dalam menangani perkara ini. Termasuk, akan menjerat berbagai pihak yang terlibat baik di dalam internal Kementerian Perdagangan (Kemendag) maupun pihak luar.

"Dalam melakukan proses pembuktian dari sangkaan pasal tersebut ada beberapa orang yang menjalani pemeriksaan sebagai saksi ini, tidak saja di pihak kemendag tetapi di luar Kemendag, atau ahli atau swasta," jelasnya.

Sudah 4 Tersangka

Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan empat tersangka dalam kasus ekspor minyak goreng, yakni dugaan tindak pidana korupsi terkait pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya pada bulan Januari 2021 sampai dengan Maret 2022. Salah satunya adalah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Dirjen Daglu Kemendag).

"Tersangka ditetapkan empat orang. Yang pertama pejabat eselon I pada Kementerian Perdagangan bernama IWW, Direkrut Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan," tutur Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kejagung, Jakarta Selatan, Selasa (19/4).

Secara rinci, keempat tersangka adalah Indrashari Wisnu Wardhana selaku Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Grup, Master Parulian Tumanggor selaku Komisaris Utama PT Wilmar Nabati Indonesia dan, PT selaku General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel