Ditanya Soal Darin Mumtazah, Luthfi Melirik  

TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka kasus dugaan suap kuota impor daging sapi Luthfi Hasan Ishaaq hanya diam saat ditanya soal Darin Mumtazah. Luthfi terlihat hanya tersenyum seperti biasa dan langsung ke mobil tahanan.

"Pak, Darin Mumtazah itu siapa?" kata salah seorang wartawan, Selasa, 21 Mei 2013. Tapi Luthfi tak mau buka suara.

Meski demikian, wartawan terus memberondong Luthfi dengan pertanyaan seputar Darin Mumtazah. Hingga akhirnya, Luthfi cuma memberikan lirikan sekilas kepada awak media. (Baca: Darin Mumtazah Sudah Dua Kali Dipanggil KPK).

Sebelumnya, Luthfi kerap dikaitkan dengan Darin Mumtazah. Darin adalah seorang pelajar SMA yang dipanggil oleh KPK untuk kasus tindak pidana pencucian uang Luthfi Hasan Ishaaq. Menurut Johan, Darin Mumtazah sudah dipanggil dua kali, tapi absen. "Yang pertama, katanya suratnya tidak sampai kepada yang bersangkutan," katanya. Yang kedua, tidak ada keterangan.

Nama Darin Mumtazah kerap disebut sebagai teman dekat Luthfi. Tapi dugaan itu belum terbukti karena hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Darin Mumtazah ataupun Luthfi tentang hubungan keduanya.

Rasuah proyek kuota impor daging melibatkan bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq ini terungkap saat KPK menangkap Ahmad Fathanah bersama uang Rp 1 miliar dari petinggi PT Indoguna Utama--perusahaan impor daging sapi--Arya Abdi Effendy dan Juard Effendy.

FEBRIANA FIRDAUS

Topik terhangat:

PKS Vs KPK | E-KTP | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

Berita lainnya:

Bisnis Labora Sitorus Dimulai dari Miras Cap Tikus

Begini Kronologi Katon Bagaskara Terjatuh

PKS: Ada yang Mencari-cari Kesalahan Kami

Di Prancis Ada Masjid Gay

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.