Ditanya Soal Kepindahan ke MU, Rodgers : Tidak Sopan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Brendan Rodgers akhirnya angkat bicara mengenai rumor kepindahannya ke Manchester United. Dia menjadi salah satu kandidat yang disebut-sebut bakal menggantikan Ole Gunnar Soslkjaer.

Posisi Solskjaer sebagai pelatih MU memang sedang rawan. Penampilan Setan Merah yang tidak konsisten di awal musim ini membuat pria asal Norwegia itu rentan tergusur dari jabatannya.

Sejumlah nama belakangan mulai bermunculan sebagai kandidat penggantinya. Mulai dari Antonio Conte, Zinedine Zidane, hingga Brendan Rodgers yang kini masih menangani Leicester City.

"Pertama-tama, tidak sopan menanyakan hal seperti itu manakala di klub tersebut masih ada pelatih. Manajer yang baik, sosok baik yang bekerja di klub itu," ujar Brendan Rodgers dalam sesi jumpa pers jelang pertandingan Leicester melawan Chelsea, seperti dilansir dari Metro.co.uk.

"Yang kedua, saya tidak bisa benar-benar berkomentar karena itu tidak nyata. Saya bangga bisa berada di sini di Leicester City. Saya merasa beruntung bisa berada di sini dan saya benar-benar berkomitmen kepada pemain, klub, dan pemilik. Suara-suara lain sesuatu yang tidak bisa dikontrol."

Kiprah Mengesankan

Manajer Leicester City, Brendan Rodgers.(AP Photo/Kirsty Wigglesworth)
Manajer Leicester City, Brendan Rodgers.(AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Rodgers menangani Leicester sejak 2019 lalu. Bersama Rodgers, Leicester dua tahun berturut-turut mampu menembus lima besar Liga Inggris. Tahun lalu, Leicester juga merebut gelar juara Piala FA.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa kiprah Solskjaer di MU tidak akan bertahan hingga akhir musim ini. Sementara manajemen Setan Merah tampaknya sangat terkesan dengan Rodgers. Mantan pelatih Liverpool itu dianggap mampu membangun tim yang kompetitif meski dengan anggaran terbatas.

Persaingan Liga Inggris

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel