Ditanya Soal Kerusuhan Bandara di Afghanistan, Begini Jawaban Joe Biden

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden terdengar emosional ketika ditanya media soal kekacauan di bandara Afghanistan. Saat itu, pesawat evakuasi AS dipenuhi pengungsi, bahkan ada yang naik ke sisi pesawat.

Warga yang nekat naik ke sisi pesawat terekam kamera terjatuh dari langit. Ada pula yang tewas karena tubuhnya tersangkut di landing gear.

Pada tayangan wawancara eksklusif dengan ABC News, Kamis (19/8/2021), Joe Biden memotong pertanyaan jurnalis yang bertanya tentang situasi evakuasi.

"Kita melihat beratus-ratus orang memenuhi pesawat di dalam C-17. Kita melihat orang-orang Afghanistan terjatuh..." ujar jurnalis George Stephanopoulos, namun langsung dipotong Joe Biden.

"Itu empat hari yang lalu. Lima hari yang lalu," sergah Biden.

Sekadar informasi, peristiwa jatuhnya warga Afghanistan dari langit belum sampai empat atau lima hari yang lalu.

Biden lantas berkata AS perlu kembali mengendalikan situasi dan bergerak lebih cepat di bandara. Ia mengaku sudah melakukan itu. Selain itu, Biden berkata tak mungkin warga bisa pergi dari Afghanistan tanpa adanya kekacauan.

"Saya tak tahu bagaimana hal itu dapat terjadi," kata Biden.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Presiden AS Joe Biden Janji Tak Akan Tinggalkan Warganya di Afghanistan

Presiden Joe Biden berpidato didampingi Wakil Presiden Kamala Harris dan Ketua DPR Nancy Pelosi di Kongres, US Capitol, Washington, Amerika Serikat, Rabu (28/4/2021). Pidato pertama Joe Biden di depan Kongres kali ini khusus hanya untuk undangan. (Melina Mara/The Washington Post via AP, Pool)
Presiden Joe Biden berpidato didampingi Wakil Presiden Kamala Harris dan Ketua DPR Nancy Pelosi di Kongres, US Capitol, Washington, Amerika Serikat, Rabu (28/4/2021). Pidato pertama Joe Biden di depan Kongres kali ini khusus hanya untuk undangan. (Melina Mara/The Washington Post via AP, Pool)

Presiden AS Joe Biden mengatakan pasukan AS mungkin tinggal di Afghanistan melampaui batas waktu penarikannya, karena pejuang Taliban bersenjata menahan para pengungsi yang putus asa untuk mencapai bandara Kabul.

Biden ingin pasukan AS keluar pada akhir bulan ini, tetapi masih ada hingga 15.000 warga AS masih terdampar di negara itu.

Melansir BBC, Kamis (19/8), Presiden AS mengatakan kepada ABC News bahwa insiden di Kabul tidak dapat dihindari. Pemerintah asing pun meningkatkan pengangkutan udara untuk warga negara Barat dan Afghanistan yang bekerja dengan mereka.

Warga negara AS mengatakan kepada mitra BBC AS, CBS News, bahwa mereka tidak dapat memasuki bandara untuk penerbangan evakuasi terjadwal.

Dalam konferensi pers sebelumnya pada hari Rabu, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin ditanya apakah militer Amerika memiliki kemampuan untuk menyelamatkan orang Amerika yang terdampar.

"Kami tidak memiliki kemampuan untuk keluar dan mengumpulkan banyak orang," jawabnya.

Biden, seorang Demokrat, mengatakan bahwa AS akan tetap tinggal untuk mengeluarkan semua orang Amerika dari Afghanistan, bahkan jika itu berarti tetap melampaui batas waktu 31 Agustus untuk penarikan penuh.

"Jika ada warga Amerika yang tersisa, kami akan tinggal untuk mengeluarkan mereka semua," katanya.

Infografis Taliban

Infografis Taliban Rebut Kabul, Afghanistan Genting. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Taliban Rebut Kabul, Afghanistan Genting. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel