Ditanya Vitalia dan Maharani, Fathanah: Ha ha ha

TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka kasus suap pengurusan penambahan kuota impor daging sapi Ahmad Fathanah hari ini, Senin, 24 Juni 2013, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Dia telah tiba di gedung pengadilan sekitar pukul 08.55.

Ditanya soal kondisinya, Fathanah mengaku dalam keadaan sehat. "Alhamdulillah sehat," katanya. Dia tak keberatan jika istrinya, Sefti Sanustika, dijadikan saksi dalam persidangannya. "Kalau memang harus, ya, harus dijalankan," ujarnya.

Namun, untuk perempuan lainnya, seperti Maharani Suciyono dan Vitalia Sesha, Fathanah tak mau berkomentar. Dia malah tertawa ketika ditanya perihal kemungkinan mereka bersaksi untuk dirinya. "Hahahaha."

Ahmad Fathanah dituding menerima suap untuk mengurus penambahan kuota impor daging sapi PT Indoguna Utama. Dia ditangkap bersama Maharani Suciyono di Hotel Le Meridien setelah mendapat duit Rp 1 miliar dari Indoguna pada 29 Januari 2013.

KPK juga menjeratnya dengan pasal pencucian uang. Fathanah diketahui sering memberikan uang kepada sejumlah perempuan. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan melansir Fathanah mengirimkan duit kepada 45 perempuan sejak 2005 sampai 2013. Wanita yang pernah menerima duit Fathanah adalah mahasiswi; artis; penyanyi dangdut; sampai model majalah pria, Vitalia Sesha.

NUR ALFIYAH

Berita Lain:

Sidang Perdana, Ahmad Fathanah Ditemani Istri

Iniesta: Lawan Italia, Siapa Takut!

Kejutan Sugar Ray di Java Rockin' Land 2013

Besok, Kenaikan Tarif Angkutan Ditetapkan

Luthfi Hasan Bantah Hemoroid Stadium Tiga

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.