Ditegur saat Lepas Masker, Dokter Reisa: Jangan Baper

Tasya Paramitha, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 1 menit

VIVA – Tim Gugus Tugas COVID-19 Nasional, dr. Reisa Broto Asmoro mengingatkan pentingnya protokol kesehatan paling dasar yakni 3M untuk dijalankan seluruh masyarakat. Hal itu diperuntukan untuk mempersiapkan proses pembelajaran tatap muka (PTM) sekaligus pengingat meski telah diberikan vaksinasi.

Menjelang PTM yang dilakukan bertahap, dokter Reisa menjawab keresahan para orang tua yang hendak memberikan izin anaknya bersekolah kembali, meski belum diberi vaksin COVID-19.

Menurutnya, hal tersebut tak perlu dikhawatirkan selama protokol kesehatan dijalani lebih baik.

"Orang yang sudah divaksin tetap terapkan prokes. Bukan berarti, begitu vaksin, enggak pakai prokes. Basicnya 3M. Makanya enggak masalah orangnya divaksin atau enggak. Yang penting semua orang 3M," ujar dokter Reisa dalam acara virtual bersama Swiss German University baru-baru ini.

Bahkan, dokter Reisa mengibaratkan interaksi dengan pasien positif COVID-19 sama sekali tak akan tertular jika memakai masker dan menjaga jarak serta mencuci tangan setelahnya.

Reisa menekankan bahwa para guru, dosen, dan orang tua yang berperan penting memastikan pengawasan untuk semua siswa terkait prokes yang dijalani.

"Begitu ada yang turunkan masker, harus beri sanksi karena membahayakan keamanan semuanya. Jadi jangan baper kalau ada yang ditegur," pungkas Reisa.

Reisa menyebut, vaksin untuk anak-anak saat ini tengah dikembangkan oleh peneliti vaksin COVID-19 Sinovac. Ia berharap, selama vaksin belum ada, orang tua dan tenaga pengajar tetap mengingatkan anak dalam menjalankan prokes.

"Vaksin untuk anak sudah ada uji klinik. Maka, orangtua dan tenaga pengajar tetap memastikan yang di lingkungannya menerapkan prokes," kata dia.