Ditemukan Kasus Bayi dengan 3 Penis

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Seorang bayi yang lahir di Irak tiga bulan lalu dilaporkan oleh tim dokter setempat memiliki tiga penis. Kasus ini belum pernah dilaporkan sebelumnya dan merupakan kondisi yang oleh dokter disebut triphallia. Kasus ini dilaporkan terjadi di Duhok, Irak utara.

Dokter baru menemukan anak itu memiliki tiga penis tiga bulan setelah dia lahir. Orangtuanya membawa anak tersebut ke dokter setelah mereka menemukan 'dua tonjolan kulit' di dasar skrotumnya.

Baca: Polusi Bikin Ukuran Penis Menyusut

Para dokter tercengang ketika mereka menemukan bahwa tonjolan itu sebenarnya adalah penis. Satu berukuran 2 centimeter sementara yang lainnya 1 centimeter. Hanya satu penis yang memiliki kepala.

Hanya penis utama anak yang berfungsi jadi dokter membuang penis yang berlebih. Tim yang dipimpin oleh Dr Shakir Saleem Jabali, menulis dalam International Journal of Surgery Case Reports: Triphallia (tiga penis) adalah kondisi manusia yang belum pernah dilaporkan hingga saat ini.

"Pasien dengan supernumerary penis memiliki presentasi yang unik dan tidak ada kasus yang identik. Perawatannya sulit karena mengandung aspek medis, etika, dan kosmetik," ujarnya, seperti dikutip dari laman Express, Selasa, 6 April 2021.

Tim multidisiplin gabungan diperlukan untuk manajemen dan tindak lanjut jangka panjang. Eksisi atau rekonstruksi penis duplikat diperlukan tergantung pada perkembangan fisik dan anatomi uretra.

Sedangkan untuk kasus Diphallia atau suatu kondisi di mana seorang anak lahir dengan dua penis, mempengaruhi satu dari enam juta anak laki-laki, yang pertama kali dilaporkan pada 1609 oleh Johannes Jacob Wecker ketika dia menganalisis mayat.

Sejak itu, hanya sekitar 1.000 kasus yang dilaporkan. Kondisi tersebut sebenarnya tidak berbahaya, tetapi dapat menyebabkan komplikasi kesehatan.

Diphallia dikaitkan dengan banyak kondisi lain yang menyebabkan masalah medis. Orang dengan diphallia sering mengalami cacat bawaan lainnya, termasuk masalah pencernaan dan saluran kemih.