Ditemukan Lobster Langka Berwarna Seperti Permen Kapas

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Augusta - Seorang lobsterman alias penangkap lobster telah menangkap cotton candy lobster atau lobster seperti permen kapas yang langka di Maine, Amerika Serikat. Peluang menangkap lobster jenis ini adalah 1 banding 100 juta.

Warna lobster seperti opal yang berwarna-warni adalah hasil dari mutasi genetik.

Pria bernama Bill Coppersmith, yang telah memancing selama 40 tahun, menangkap lobster, yang diberi nama Haddie seperti nama sang cucu. Ini adalah lobster permen kapas pertama yang dia tangkap.

Haddie kemudian dibawa ke Get Maine Lobster di Portland, foto-foto krustasea langka itu kemudian beredar, seperti dilansir dari Nine News, Jumat (12/11/2021).

"Kemungkinan lobster permen kapas ditangkap adalah 1 banding 100 Juta!" kata Get Maine Lobster di Facebook.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Dipastikan Akan Hidup Dengan Aman

Lobster Permen Kapas (Sumber: Facebook/ Get Maine Lobster )
Lobster Permen Kapas (Sumber: Facebook/ Get Maine Lobster )

Karena keunikan dan kelangkaan lobster permen kapas itu, Bill berencana untuk melestarikannya.

"Saat ini, Haddie tinggal di tangki kami di dermaga. Kami ingin memastikan dia menjalani sisa hidupnya dengan aman dan nyaman karena lobster berwarna langka lebih sulit bertahan hidup di alam liar."

Untungnya, seseorang menjawab permintaan bantuan mereka, dan dia tidak akan berakhir di meja makan restoran mewah.

Perusahaan makanan tersebut mengatakan bahwa makhluk langka itu akan menuju ke Seacoast Science Center di New Hampshire di mana dia akan hidup dengan aman.

"Kami berhasil! Haddie, lobster permen kapas yang langka, telah resmi diadopsi," kata mereka di Facebook.

Reporter: Cindy Damara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel