Ditemukan Tewas, Rapper Iron Dikenal Lewat Ajang Show Me The Money 3

Tasya Paramitha
·Bacaan 2 menit

VIVA – Baru beberapa jam setelah kabar meninggalnya aktris Song Yoo Jung muncul, dunia hiburan Korea kembali dikejutkan dengan berita meninggalnya rapper Iron. Penyanyi itu ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 10.25 KST (waktu Korea), hari ini, Senin, 25 Januari 3032.

Menurut laporan polisi, pria bernama asli Jung Hun Chul itu ditemukan dalam kondisi penuh darah oleh petugas sekuriti tergeletak di petak bunga yang berada di dalam kompleks apartemen tempat tinggalnya.

Iron kemudian langsung dilarikan ke rumah sakit, namun ia dinyatakan tewas. Ia meninggal di usia 29 tahun.

Klik halaman selanjutnya untuk mengetahui berita selengkapnya.

Dihimpun dari berbagai sumber, rapper Iron lahir di Korea Selatan pada 8 Januari 1992. Ia dikenal setelah menjadi runner-up ajang Show Me The Money 3. Rapper Iron lalu merilis album pertamanya yang diberi judul Rock Bottom pada 9 September 2016 lalu.

Meski begitu, ia kini disebut sebagai mantan rapper dan hanya aktif di dunia musik pada tahun 2014 hingga 2017.

Tak banyak yang diketahui mengenai kehidupan pribadinya, selain sejumlah kontroversi yang menyelimuti sosok pria ini.

Sebagai informasi, pada November 2016 lalu, Iron didakwa karena tertangkap mengonsumsi ganja dan dihukum selama delapan bulan dan ditangguhkan selama dua tahun. Dua tahun kemudian, kembali di bulan November, dia dihukum karena berbagai tuduhan penyerangan terhadap mantan pacarnya. Baca artikel ini untuk tahu lebih banyak.

Dinyatakan bahwa Iron telah memukul wajah sang mantan kekasih saat berhubungan seksual, menyebabkan wanita itu patah tulang. Dia juga mencekiknya ketika mantan kekasihnya berusaha untuk mengakhiri hubungan mereka, serta melukai dirinya sendiri dengan pisau dapur dan mengancam akan menyalahkan kekasihnya saat itu jika terjadi sesuatu pada dirinya.

Rapper Iron kemudian mengungkapkan identitas mantan kekasihnya itu dalam wawancara media selama proses pengadilan dan secara terbuka mencemarkan nama baiknya, menyebut wanita itu seorang masokis dan menyangkal melakukan kesalahan.

Desember 2020, ia kembali ditahan karena kasus penyerangan dengan tongkat baseball terhadap teman sekamarnya, yang saat itu masih di bawah umur.

Jika Kamu butuh bantuan konsultasi untuk mengatasi masalah depresi atau Kamu melihat orang yang ingin melakukan aksi bunuh diri bisa menghubungi nomor darurat Kementerian Kesehatan di 119.