Ditinggal Sang Istri yang Tak Kunjung Kembali, Kisah Pilu Kakek Pemulung yang Harus Tinggal di Gubuk Reot

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Demi keberlangsungan hidup, segala cara, pekerjaan dan kondisi apapun harus kita lewati. Namun, tak semua orang selalu dapat merasakan dan mendapatkan tempat tinggal yang nyaman dan aman. Seperti kisah pilu yang dialami oleh seorang kakek yang ditinggalkan oleh sang istri.

Seorang kakek, dengan umur yang tak lagi muda, harus tinggal di sebuah gubuk reot sendirian. Miris, ia telah ditinggal oleh sang istri yang pergi begitu saja dan tak kunjung kembali.

TERKAIT: Di Balik Senyumannya, Enzy Storia Menyimpan Kisah Pilu di Masa Kecil

TERKAIT: Kisah Pilu Orangtua Ditinggal Putrinya, Sempat Beri Hiburan Sebelum Meninggal

TERKAIT: Kisah Pilu Pria yang Melihat Tunangannya Bersama Orang Lain Menjelang Hari Lamaran

Di usianya yang tak lagi belia, ia harus menjalani waktu sendiri di dalam sebuah tempat tinggal, yang bahkan tak layak untuk ditinggali. Terlebih dengan kondisinya, sang kakek hanya dapat bekerja dengan profesi seadanya. Meski mengalami kondisi terpuruk, hal ini tak memutus tekad sang kakek untuk tetap bertahan hidup.

Simak ulasan kisah pilu seorang kakek yang ditinggal istrinya yang tak kunjung kembali, dikutip dari merdeka.com (28/10), di sini.

Bekerja sebagai pemulung pencari rongsok

Keadaan tempat tinggal kakek Wardin di sebuah gubuk reot (Instagram/rumahyatim)
Keadaan tempat tinggal kakek Wardin di sebuah gubuk reot (Instagram/rumahyatim)

Kakek tersebut bernama Wardin. Saat ini umurnya telah menginjak 62 tahun. Di usianya yang tak lagi muda, kakek Wardin harus menghabiskan waktunya dengan nasib yang kurang baik. Sehari-hari, kakek Wardin harus bekerja menjadi pemulung demi sesuap nasi.

Tiap hari, kakek Wardin mengayuh sepedanya untuk mencari rongsok di beberapa daerah. Hasil kumpulan rongsok tersebut, nantinya akan ia kumpulkan kepada pengepul.

Hal ini bukanlah kehendaknya. Kakek Wardin terpaksa harus melakukan pekerjaan ini untuk bertahan hidup sambil menyambung hari-harinya. Ia terpaksa tinggal dalam sebuah gubuk reot yang tampak tak layak huni, seorang diri.

“Inilah rumah seorang lansia pencari rongsok, setiap hari kakek tidur di gubuk tak layak ini, rasa khawatir selalu menghantui kakek, bagaimana jika saat kakek tertidur pulas rumahnya ambruk dan menimpa kakek?,” tulis akun Instagram @rumahyatim menunjukkan keadaan rumah sang kakek.

Memiliki penyakit sesak yang jarang diobati

Kakek Wardin mengalami sakit sesak napas yang jarang diobati (Instagram/rumahyatim)
Kakek Wardin mengalami sakit sesak napas yang jarang diobati (Instagram/rumahyatim)

Sedih, kakek Wardin ditinggal oleh istrinya yang pergi begitu saja dan tak pernah kembali. Sang istri pergi dengan alasan untuk mencari pekerjaan dan memutuskan untuk meninggalkan kakek Wardin.

Sampai saat ini, kakek Wardin tak pernah mengetahui keadaan dan keberadaan sang istri, yang katanya pergi untuk mencari pekerjaan. Kesedihan kakek semakin terasa, ketika ia harus hidup berdampingan dengan penyakit sesak napas.

Kakek Wardin jarang pergi berobat karena alasan terhambay biaya. Maka dari itu, dirinya harus rela untuk tetap bekerja mencari rongsok tiap harinya. Ia pun diketahui bekerja hanya sampai jam 11 siang, lantaran hanya sanggup mengayuh sepedanya sejauh 1 kilometer.

“Istri Kakek pergi untuk bekerja dan tidak pernah kembali. Kakek Wardin mencari rongsok setiap hari sampe jam 11,dan menjual ke pengepul dengan jarak 1 KM, Kakek wardin mempunyai penyakit sesak dan jarang untuk di obati,” jelas akun Instagram @rumahyatim.

Sahabat Fimela dapat membantu keberlangsungan hidup kakek Wardin, dengan berdonasi dan berbagi sedikit uang melalui donasi yang dilakukan oleh akun Instagram @rumahyatim.

Penulis: Meisie Cory

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel