Ditinggal Suami Silaturrahim, Istri Tewas Nenggak Racun Tikus

TRIBUNNEWS.COM  SUMENEP-Mutiah (33) warga Dusun Maor, Desa Jabaan, Kecamatan Manding, Sumenep, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara meminum racun tikus di kamarnya, Rabu (14/8/2013). Diduga, ibu satu anak ini stress karena tidak bisa ikut suaminya Musahna (40) ketika hendak berangkat ke kota bersilaturrahmi dengan kerabatnya.
   
Keterangan yang dihimpun SURYA menyebutkan, yang sehari-harinya pendiam ini stress berat karena tidak bisa ikut mendampingi suaminya saat hendak silaturrahim lebaran dengan kerabatnya yang kebetulan tinggal di kota Sumenep. Padahal suaminya sudah memaksa korban untuk ikut bersama keluarganya ke kota. Korban dan ibunya tinggal di rumah.
  
"Itu baru dugaan kami dan berdasarkan info dari suami dan ibunya. Tapi lebih jelasnya mungkin bisa nanti ditanyakan ke suami korban," terang Syaiful, kerabat dekat korban yang juga tetangganya.

Dikatakan, sebelumnya korban sempat diajak bersilaturrahim oleh suaminya. Karena memang masih suasana lebaran sehingga suaminya sempat memaksa korban agar ikut.

Tetapi karena alasan kekurangan kendaraan dan merasa ga enak badan, korban menolak hingga akhirnya suami dan anak satu-satunya terpaksa berangkat tanpa korban bersilaturrahim ke kerabatnya yang tinggal di Kelurahan Karangduak, Kecamatan Kota Sumenep.

"Sebelum suaminya berangkat, korban masih terlihat mengingatkan suaminya agar berhati–hati di perjalanan. Dan mengantar suaminya ke pintu keluar rumahnya,’’ tambah Syaiful.
  
Namun selang  satu jam suaminya berangkat, ibu korban sudah berteriak-teriak minta tolong dan mengatakan jika putrinya pingsan di dalam kamarnya. Sehingga ratusan warga pun berdatangan melihat kondisi korban. Dan benar, korban ditemukan terkapar di ranjang miliknya dengan kondisi tak sadarkan diri serta di mulutnya berbusa.
  
"Melihat hal itu, warga sekitar langsung melarikan korban ke Puskesmas Manding. Namun karena kondisi korban parah dan peralatan medis di Puskesmas Dasuk kurang memadai, akhirnya korban dirujuk ke RSD dr H Moh Anwar Sumenep," kata Hambali juga tetangga korban.
 
Tetapi sekitar 15 menit perjalanan dari Puskesmas Manding, tepatnya jalan raya Desa Kebunan, Kecamatan Manding, Sumenep, korban menghembuskan nafas terakhirnya. Tetapi jasad korban masih diteruskan ke RSD dr H Moh Anwar, menjalani visum et revertum untuk memastikan penyebab kematian korban. Selesai menjalani visum luar, jasad korban akhirnya dikembalikan ke keluarganya untuk dimakamkan.
  
Kepala Desa Jabaan, Horri, belum berani memberikan penjelasan motif yang menyebabkan korban nekat bunuh diri.  Ia pun kaget dan setengah tidak percaya dengan kenekatan korban, karena sehar-harinya korban dengan anggota keluarganya terutama dengan suaminya terlihat harmonis.
  
“Kami tidak dapat memastikan motif yang menyebabkan korban bunuh diri. Tak terlihat kalau korban ada masalah yang dihadapi dalam keluarganya,’’ tandas Kades Horri.
  
Kapolres Sumenep, AKBP Marjoko saat dimintai keterangan, mengaku baru mendengar jika ada korban bunuh diri di kecamatan Manding.  Namun pihaknya langsung menerjunkan anggotanya untuk mencari keterangan, tentang motif bunuh diri tersebut. ” Kami sudah menerjunkan anggota untuk melakukan lidik ke lokasi kejadian,’’ katanya.
  
Korban meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit Moh Anwar Sumenep, sekitar pukul 04.00 WIB dini hari. Jasad korban baru dikebumikan sekitar  pukul 07.00 WIB pagi di pemakaman umum  desa setempat. Sementara pihak keluarga belum bisa dimintai keterangan terkait kematian korban, karena masih dalam suasana berduka.

Baca Juga:

Marhasan Tewas karena Petasan Buatannya di Kandang Sapi Meledak

Raki Tewas Gantung Diri di Pohon Angsana

PNS Coba Bunuh Diri di Lapangan

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.