Ditinjau Wapres, PP Janji Bendungan Way Sekampung Beres Sesuai Target

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 2 menit

VIVA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja pada proyek pembangunan Bendungan Way Sekampung di Provinsi Lampung. Pengerjaan salah satu Proyek Strategis Nasional itu tengah dikebut penyelesaian oleh PT PP Tbk.

Sekretaris Perusahaan PT PP Yuyus Juarsa menjabarkan, proyek pembangunan Bendungan Way Sekampung yang terletak di Kabupaten Pringsewu, saat ini secara total keseluruhan telah mencapai 92 persen. Proyek ini ditargetkan dapat diselesaikan pada triwulan-III 2021.

Menurutnya, Bendungan Way Sekampung nantinya akan menyediakan air irigasi untuk luas lahan 55.373 hektare, penyediaan air baku sebesar 2.482 liter per detik untuk Kota Bandar Lampung, Branti dan Kota Metro.

Baca juga: Paripurna DPR Batal Sahkan UU Perjanjian RI-EFTA Gegara Mendag Lutfi

"Kehadiran Bendungan Way Sekampung di Provinsi Lampung tentunya akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar. Pekerjaan pembangunan bendungan ini tidak dihentikan oleh Pemerintah selama masa Pandemi COVID-19,” ujar Yuyus dikutip dari keterangannya, Selasa 23 Maret 2021.

“Di mana hal tersebut dilakukan untuk menjaga target penyelesaian PSN serta menjaga kesinambungan roda perekonomian Indonesia," tambahnya.

Selain itu, bendungan tersebut dapat berfungsi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohida (PLTM) dengan daya sebesar 5,4 MW (2 x 2,7 MW). Bendungan ini juga bermanfaat sebagai wisata air dan pelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Pringsewu dan sekitarnya.

Bendungan yang memiliki kapasitas efektif sebesar 68 juta meter per kubik ini diketahui dibangun sejak 2016 selama 5 tahun.

"Perseroan juga berjanji akan menyelesaikan pembangunan tersebut tepat waktu dengan kualitas terbaik," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengatakan, Bendungan Way Sekampung diharapkan sudah diisi air pada Juli 2021.

"Sehingga paling lambat bulan Desember 2021 sudah bisa menampung air," ujarnya.

Dengan dibangunnya jaringan irigasi dari bendungan ini, diharapkan dapat membantu petani untuk meningkatkan intensitas tanam 270 persen. Jika dibandingkan dengan metode tadah hujan yang biasa dilakukan hanya satu kali dalam setahun.