Ditjen Perhubungan Laut luncurkan inovasi desain baru pelampung suar

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, melalui Distrik Navigasi Kelas II Semarang meluncurkan desain baru/redesain pelampung suar yang lebih efisien, efektif, serta biaya manufaktur lebih ekonomis.

"Fungsi kenavigasian memiliki peranan yang sangat strategis dalam mewujudkan keselamatan dan keamanan pelayaran di Perairan Indonesia," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Saat peluncuran redesain pelampung suar sebagai rangkaian acara Seminar Kenavigasian yang digelar oleh Distrik Navigasi Kelas II Semarang, Arif mengatakan kegiatan kenavigasian yang meliputi kegiatan yang berkaitan dengan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), Telekomunikasi Pelayaran (Telkompel), Hidrografi, serta Alur dan Perlintasan harus dapat dilaksanakan dengan baik serta memenuhi ketentuan nasional dan internasional demi terciptanya keselamatan dan keamanan pelayaran.

Untuk itu, selain peningkatan Sumber Daya Manusia/SDM, tidak kalah penting bagi para pelaku di bidang kenavigasian untuk terus meningkatkan kreativitas dan mengembangkan inovasi dalam rangka peningkatan kemampuan dan kehandalan di bidang SBNP.

“Saya mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan dalam upaya meningkatkan keselamatan pelayaran, seperti yang telah dilakukan oleh Distrik Navigasi Kelas II Semarang, yang hari ini meluncurkan pelampung suar dengan desain yang lebih efisien, efektif, serta biaya manufaktur yang lebih ekonomis,” kata Dirjen Arif.

Direktur Kenavigasian Hengki Angkasawan mengatakan kolaborasi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terhadap informasi dan pengetahuan tentang keselamatan pelayaran dapat terus ditingkatkan.

“Navigasi harus terus meningkatkan modalitas yang dimilikinya sehingga para pengguna transportasi laut merasa aman dan nyaman berada di alur pelayaran yang tepat,” kata Hengki.

Menurutnya, pelaksanaan tugas dan fungsi Distrik Navigasi dalam mendukung keselamatan dan keamanan serta kehandalan di bidang SBNP menjadi semakin menantang karena keterbatasan anggaran yang ada, sehingga Distrik Navigasi dituntut untuk melakukan inovasi-inovasi.

Hengki juga berharap seluruh Distrik Navigasi di Indonesia dapat terus menerapkan Hospitable Spirit dalam memberikan pelayanan kenavigasian, yakni 5S atau senyum, salam, sapa, sopan dan santun harus senantiasa diterapkan secara konsisten.

Kepala Distrik Navigasi Kelas II, Dian Nurdiana, mengatakan pengembangan inovasi redesain pelampung suar ini merupakan salah satu upaya dalam optimalisasi SDM dan sarana prasarana kenavigasian yang dimiliki oleh Distrik Navigasi.

Adapun terkait redesain pelampung suar ini, Dian menjelaskan bahwa dengan desain pelampung suar existing terdapat banyak kendala, antara lain kesulitan dalam pengangkatan saat perawatan, bentuknya yang dapat menyebabkan kerusakan pada dek kapal, serta menyebabkan ketidaknyamanan pekerja dalam proses pemeliharaan.

Desain baru pelampung suar yang dikembangkan oleh Distrik Navigasi Kelas II ini juga lebih ringkas karena tidak memiliki sirip, sehingga lebih mudah dalam pemeliharaan karena lebih mudah diangkat tanpa risiko merusak dek kapal. Selain itu, desain baru ini juga memiliki counter weight lebih baik karena bentuknya yang lebih tinggi dan ramping sehingga fokus titik berat di tengah selain juga lebih efisien dalam bahan baku dan biaya.

Baca juga: Kemenhub anggarkan Rp1,59 triliun untuk mendukung program tol laut
Baca juga: Kemenhub luncurkan kapal perintis rute Sulteng-Kalimantan
Baca juga: Kemenhub: Tol laut berikan manfaat perekonomian wilayah tertinggal