Ditolak Maskapai Penerbangan, Wanita Obesitas Meninggal

New York (AFP/ANTARA) - Seorang wanita obesitas dari New York yang mengunjungi kampung halamannya di Hongaria meninggal ketika berusaha menemukan pesawat untuk melakukan penerbangan menuju rumahnya, dan keluarganya dilaporkan menggugat maskapai penerbangan yang telah menolak menerbangkan korban karena ukuran tubuhnya.


Janos Soltesz dan istrinya yang sakit Vilma, keduanya berasal dari Bronx, pulang ke kampung halaman mereka di Hungaria namun tidak bisa kembali pada Oktober ketika Delta dan KLM mengatakan bahwa, dengan berat tubuh lebih dari 400 pon (180 kilogram), dia terlalu besar untuk duduk dalam satu kursi.


Pasangan Soltesz pertama kali berusaha terbang dengan KLM dari Budapest, namun diberitahu untuk mencoba pesawat yang lebih besar yang disediakan oleh mitra KLM yaitu Delta di Praha, namun lagi-lagi tidak berhasil. Mereka berusaha memesan penerbangan lain, kali ini dengan Lufthansa. Namun maskapai itu juga menolak menerbangkan mereka.


Pada saat pesawat yang cocok telah ditemukan, sembilan hari setelah penerbangan aslinya, Vilma Soltesz (56) meninggal, menurut laporan CBS.


Janos Soltesz menggugat maskapai yang menolaknya tesebut sebesar 6 juta dolar Amerika (sekitar Rp57,7 miliar), menurut laporan CBS.


"Saya pikir ada sesuatu yang salah," kata jaksa Peter Ronai kepada CBS.


"Mereka bertanggung jawab membawanya ke Hongaria. Adalah tanggung jawab mereka untuk membawanya kembali. Saya tidak mengerti bagaimana dia berhasil ke sana namun tidak bisa pulang. Ini benar-benar tidak masuk akal bagi saya,"


Namun Russel Cason, juru bicara Delta, mengatakan kepada AFP bahwa KLM "secara fisik tidak mampu" untuk mengangkut Vilma Soltesz pada penerbangan di Budapest. Masalah yang sama terjadi dengan Delta di Praha.


"Delta dan KLM melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk membantu keluarga itu. Ketika KLM tidak dapat menyediakan penerbangan yang aman bagi Vilma Soltesz di Budapest, mereka menentukan bahwa ia mungkin bisa terbang di pesawat Delta yang lebih besar dari Praha, namun sayangnya itu tidak terjadi , " kata Cason. (ai/pt)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.