Dituding Pamer Harta, Orang Terkaya Dunia Diminta Tak Balik Lagi ke Bumi Usai Mengangkasa

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kurang dari sebulan sebelum Bos Amazon atau orang terkaya nomor wahid Jeff Bezos memulai petualangannya menjelajahi luar angkasa.

Sayang di tengah rencana itu, muncul sebuah petisi yang mendesak agar miliarder tersebut tetap mengangkasa dan jangan pernah pulang ke bumi.

Sebuah petisi di Change.org berjudul "ngan Izinkan Jeff Bezos Kembali ke Bumi ," diluncurkan pada awal Juni 2021.

Petisi itu keluar pasca Jeff Bezos mengumumkan rencananya untuk ikut bersama penerbangan luar angkasa penumpang pertama dari perusahaan miliknya, Blue Origin pada 20 Juli 2021.

Sejauh ini, sudah lebih dari 122 ribu orang yang membubuhkan tanda tangan pada petisi tersebut. Ric Geiger (31 tahun), sosok yang memulai petisi ini mengatakan itu pada awalnya hanya dibuat sebagai lelucon, dengan tujuan awal 150 ribu tanda tangan.

Geiger menyampaikan, dirinya meluncurkan petisi setelah melihat lelucon serupa dalam bentuk meme di laman Facebook. Namun setelah dia menelusuri online apakah ada petisi sejenis itu, dia tidak menemukannya.

"Bagi saya, itu dimulai sebagai sebuah lelucon, karena jelas tidak mungkin kita dapat mencegah Jeff Bezos pulang ke bumi," ujar Geiger seperti dikutip dari CNBC, Selasa (29/6/2021).

Kendati begitu, Geiger juga merasa humor dari petisi tersebut pada akhirnya memberikannya kesempatan untuk menjangkau platform yang lebih luas, yakni untuk menyebarkan pesan serius tentang isu ketidaksetaraan kekayaan.

Geiger lantas merangkum pesan di balik petisi lelucon ini dalam salah satu komentar yang dirinya unggah pada laman Change.org.

"Para miliarder seharusnya tidak ada...di bumi, atau di luar angkasa. Tetapi jika mereka memutuskan untuk pergi, mereka harus tinggal di sana," tulisnya.

Dikritik Pelit

Jeff Bezos (AP Photo/Ted S. Warren, File)
Jeff Bezos (AP Photo/Ted S. Warren, File)

Jeff Bezos sendiri banyak menerima kritik akibat banyak mengumpulkan kekayaan namun sedikit atau tidak membayar pajak tepat waktu.

Bezos di masa lalu juga disindir lantaran pelit menyumbang untuk amal. Meskipun baru-baru ini ia berjanji mau memberikan lebih dari USD 12 miliar untuk upaya filantropi, termasuk masalah iklim.

Menurut Geiger, petisi yang dibuatnya akan terkesan lucu bagi mereka yang kritis terhadap akumulasi kekayaan Bezos yang terlalu besar.

Saat dia tak menduga itu bakal disambut baik, Geiger berharap pesan tersebut dapat menarik perhatian lebih akan isu ketimpangan kekayaan yang lebih luas.

Terlebih jika mengutip survey 2020 yang menampilkan bahwa 63 persen orang Amerika Serikat saat ini yang gali lobang tutup lobang di tengah pandemi.

Kemudian kelas pekerja di Amerika yang menghadapi pinjaman uang atau utang medis yang melumpuhkan.

"Itu tamparan besar untuk miliarder seperti Bezos, (Elon) Musk, dan (Richard) Branson yang bermain game balapan di luar angkasa dengan kekayaannya," cetus Geiger.

Saksikan Video Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel