Dituduh Dukun Santet Kek Amin Digantung Hingga Tewas

TRIBUNNEWS.COM, SIGLI - Seorang kakek, M Amin Ali (58) atau Kek Amin warga Dusun Jambo Mie Gampong Mane, Kecamatan Mane, Pidie, dianiaya hingga tewas dengan cara digantung di pohon dekat pinggiran Sungai Krueng Geumpang, persisnya di depan SD Jambo Mie, Rabu (18/7/2012) sekira pukul 11.00 WIB.

Korban yang tak berdaya itu dieksekusi secara sadis, hanya karena ia dituduh sebagai dukun santet.

Berdasarkan informasi dikumpulkan Prohaba, Rabu (18/7/2012)kemarin, M Amin yang berprofesi sebagai petani itu dituduh warga sebagai dukun santet di kampung tersebut. Pada hari naas itu, warga dengan emosi tak terkendali mencari M Amin, yang kebetulan saat itu sedang menjaring ikan di dekat jembatan pada aliran Sungai Krueng Geumpang-Tangse.

Warga langsung mencecar pertanyaan dengan gaya interogasi terhadap M Amin. Lelaki tua itu dituduh selama ini sebagai dukun santet. Tidak dirinci apakah ada korban yang diakui sebagai buah santet oleh M Amin.

Disebut-sebut hanya karena menemukan kemenyan dan minyak wangi, warga makin tak terkendali emosinya. Dan pengadilan jalanan secara brutal terhadap lelaki itu pun terjadi.

Dalam kondisi tak berdaya, M Amin malah digantung oleh warga yang sepertinya sudah kehilangan akal sehat. Lelaki gaek itu digantung dengan tali nilon hingga ia meregang nyawa, saat umat Islam akan menghadapi Bulan Suci Ramadan.

Kapolres Pidie, AKBP Dumadi SStmK, melalui Kasat Reskrim Polres Pidie, AKP Raja Gunawan, yang dihubungi Prohaba, membenarkan adanya warga Kecamatan Mane tewas akibat dianiaya warga tersebut. Kasus tersebut hingga kini telah ditangani polisi.(naz)

Baca Juga:

  • Berduaan Gadis di Tempat Sepi Zulfikar Pingsan Dihajar Warga 
  • Bayi Berusia 1,5 Bulan Ditemukan di Pelataran Rumah Warga 
  • Mengaku Disiksa Majikan PRT Nekat Kabur Panjat Atap Rumah 
  • Kakek 60 Tahun Jadi Agen Togel Dibekuk
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.