Dituduh Melakukan Sihir, Wanita Saudi Dipenggal

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Seorang wanita kebangsaan Arab Saudi menjalani hukuman penggal. Ia dinyatakan melakukan praktik 'ilmu sihir'. Menurut Kementerian Dalam Negeri-Saudi, eksekusi penggal untuk kasus ilmu sihir merupakan kali kedua di tahun ini.

Amina binti Abdulhalim Nassar, dieksekusi di provinsi al-Jawf, sebelah utara Arab Saudi pada Senin (12/12). Sebuah sumber yang dekat dengan kepolisian agama mengatakan pihak berwenang telah menggeledah rumah Nassar.
Mereka menemukan sebuah buku yang berisi tentang ilmu sihir, 35 kerudung dan botol gelas yang diduga untuk melakukan praktik sihir. Surat kabar Arab Al Hayat melaporkan bahwa Amina mengklaim bisa menyembuhkan penyakit dengan menjual jilbab dan tiga botol 'ramuan' seharga 1500 riyal, atau sekitar 400 dolar.

Dewan Amnesti International Timur Tengah dan Afrika Utara, Philip Luther mengutuk eksekusi penggal itu. "Ilmu sihir tidak termasuk sebagai kejahatan di Arab Saudi," ujar dia.

Ia menganggap hukuman penggal hanya pantas diganjar untuk tindak pidana ekstrem dan kejahatan yang serius. Ia menuding bahwa tuduhan sihir sering digunakan oleh pemerintah Saudi sebagai tabir untuk mengelabui praktik kebebasan berpendapat.

Amina bukanlah orang pertama yang dieksekusi karena sihir yang dituduhkan oleh pemerintah Saudi kepadanya. Sebelumnya, pada September, seorang pria Sudan dipenggal di kota Madinah setelah ditemukan bersalah atas kejahatan yang sama.

Amnesti Internasional menemukan sedikitnya 79 orang telah dihukum mati di Arab Saudi selama 2011. Jumlah ini tiga kali lebih banyak dibandingkan pada 2010.

Kelompok pegiat HAM mengutuk ketergantungan kerajaan pada hukuman mati yang kerap dilakukan negara ini. "Hukuman mati di bawah hukum internasional seharusnya hanya digunakan pada kejahatan yang paling serius," ujar Luther.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.