Dituduh Selingkuh, Anggota DPRD Flotim 'Diadili' di Kantor Lurah

Laporan Wartawan Pos Kupang, Sarifah Sifah

TRIBUNNEWS.COM, LARANTUKA--Dituduh selingkuh dengan istri orang berinisial AMD, anggota DPRD Kabupaten Flores Timur (Flotim), Paulus Krowe 'diadili' di Kantor Lurah Amagarapati, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flotim, Rabu (6/2/2012).

Krowe dicecar sejumlah pertanyaan, namun ia membantah selingkuh dengan AMD. AMD sendiri juga membantah selingkuh dengan anggota dewan begitu juga dengan suami AMD, membantah istrinya selingkuh dengan anggota DPRD tersebut.

Hal tersebut terungkap saat pertemuan di Aula Kantor Lurah Amagarapati, Rabu (6/2/2013). Pertemuan yang diprakarsai Lurah Amagarapti atas pengaduan warga setempat tersebut dipimpin Lurah Amagarapati, Yeremias B yang didampingi, lembaga adat, Benediktus Wasa Diaz dan dua utusan dari Polres Flotim dan Kodim 1624/Flotim.

Hadir menyaksikan pertemuan tersebut adalah puluhan warga dan para pihak, yakni AMD, suami AMD, Anton Kleden, anggota DPRD, Paulus Krowe , keluarga Kleden. Usai pertemuan, AMD sempat diteriaki dengan kata-kata kotor sehingga AMD emosi dan nyaris adu jotos di Kantor Lurah Amagarapati.

Dalam pertemuan itu, Anton Kleden mengakui saat bertemu AMD di salah satu hotel di Larantuka tidak melihat Paulus Krowe. Ia yakin istrinya tidak selingkuh dengan AMD. Sementara itu, AMD membantah dirinya selingkuh dengan Krowe.

Sementara itu, Sius salah satu keluarga dari suku Kleden mengungkapkan, pertemuan Paulus Krowe dengan AMD sudah empat kali dan berlangsung sejak tahun 2011, namun baru tertangkap tangan di salah satu losmen di Kota Larantuka oleh suami AMD.

Ia juga mempersalahkan anggota DPRD dari Partai Demokrat itu memberi uang kepada AMD di salah satu losmen di Kota Larantuka. "Kenapa harus kasih uang di losmen, apalagi di kamar. Apakah itu punya niat baik,"tanya Sius dalam pertemuan itu.

Sementara Paulus Krowe usai pertemuan itu kepada wartawan menjealskan, dirinya selaku anggota DPRD banyak mendapat dukungan dari warga Amagarapat, termasuk AMD dan suaminya. Dia mengaku tidak ada niat sedikitpun selingkuh dengan AMD.

Ia membantah bersama AMD selingkuh dan bertemu empat kali berturut-turut sejak tahun 2011. "Tidak pernah ada selingkuh. Yang ada, AMD pernah minta uang ke saya dua kali. Pertama, ia minta uang saat saya mau keluar dinas di Balai Gelekat dan bertemu di jalan keluar lorong Amagarapati.

Saya kasih dia uang sekitar Rp 200 ribu. Dan, kedua ia minta uang untuk beli arak dan rokok karena banyak anak muda yang kerja rumahnya. Dan, saat itu saya tanya dia dimana, katanya di losmen, karena itu saya antar dia uang di tempat itu. Apa itu salah. Apakah saya harus tarik dia ke gunung baru saya serahkan uang ke tangannya,"tanya Krowe.

Ia juga mengaku hingga saat ini uang tersebut belum dikasih. Karena saat hendak mau kasih AMD uang, suami AMD datang dan mungkin AMD takut ia suruh saya menghindar.

"Walaupun saya sudah bilang nanti saya jelaskan kepada suaminya tapi AMD tidak mau. Jadi tidak benar kalau di kamar hotel. Dan, sebenarnya bukan hanya AMD yang saya kasih uang, banyak warga juga minta uang ke saya dan saya kasih. Karena itu, semua tidak benar. Kalau mau benarnya maka kita tunggu kasus ini di bawa ke polisi,"kata Krowe.

Krowe mengakui, dalam kasusnya sudah masuk kepentingan politik sehingga mudah untuk dibesar-besarkan. "Saya melihat persoalan ini seperti dipolitisir. Dan, saya sudah sampaikan ke pak ketua (Ketua Partai Demokrat,Red) soal kasus ini,"tambahnya.*

Baca  Juga  :

  • China Jadi Pasar Potensial Wisata Yogya 10 menit lalu
  • Polisi Bekuk Pengelola Situs Prostitusi Online di Bandung 32 menit lalu
  • Jalan Alternatif Purworejo-Yogyakarta Terancam Putus 44 menit lalu
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.