Dituntut Penjara Seumur Hidup Kasus Pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo Ajukan Pleidoi

Merdeka.com - Merdeka.com - TerdakwaFerdy Sambo mengajukan nota pembelaan atau pleidoi usai dituntut pidana penjara seumur hidup dalam kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Pleidoi diajukan setelah hakim Wahyu Iman Santoso yang memimpin sidang memberikan waktu Ferdy Sambo menanggapi tuntutan JPU tersebut.

"Terima kasih atas kesempatannya kami minta diberikan waktu untuk menyampaikan pleidoi pribadi dari terdakwa maupun pleidoi dari penasihat hukum," kata kuasa hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (17/1).

Hakim kemudian memberikan waktu satu minggu agar kuasa hukum menyiapkan pleidoi tersebut.

"Kami berikan waktu satu minggu kepada penasihat hukum sebagaimana kami memberikan waktu satu minggu kepada penuntut umum untuk menyusun tuntutan," kata hakim Wahyu.

Ferdy Sambo Dituntut Penjara Seumur Hidup Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir J

Terdakwa Ferdy Sambo dituntut hukuman pidana penjara seumur hidup terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Tuntutan terhadap mantan Kadiv Propam Polri itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (17/1).

"Menyatakan pidana terhadap terdakwa dengan pidana seumur hidup," kata JPU saat membacakan tuntutan.

Tuntutan penjara itu berdasarkan dakwaan premier Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Tuntutan dijatuhkan lantaran JPU berkeyakinan Ferdy Sambo telah menyusun rencana pembunuhan Brigadir J dengan rapih. Hal itu berdasarkan keterangan sejumlah saksi selama persidangan.

Adapun dalam perkara ini, Ferdy Sambo didakwa melakukan tindak pidana pembunuhan berencana terhadap Brigadir J secara bersama-sama dengan Richard Eliezer alias Bharada E, Ricky Rizal atau Bripka RR, Putri Candrawathi dan Kuat Maruf.

Mereka didakwa turut terlibat dalam perkara pembunuhan berencana bersama-sama merencanakan penembakan terhadap Brigadir J pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Komplek Polri Duren Tiga Nomor 46, Jakarta Selatan. [gil]