Divaksin COVID-19, Wakil Gubernur Jabar Tensinya Naik karena Tegang

Mohammad Arief Hidayat, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVAWakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menjadi orang pertama di Jawa Barat yang disuntik vaksin COVID-19 buatan perusahaan biofarmasi asal China, Sinovac. Uu sempat tegang hingga tensi darahnya tinggi yang merupakan syarat tidak boleh divaksin.

Uu mengaku hal itu di luar prediksi. Sebab, sehari sebelumnya, persiapan fisik sudah dijalankan disertai asupan nutrisi. Namun, saat hari vaksinasi situasi membuat tegang.

"Lalu dengan ngobrol dan lainnya, Alhamdulillah, tensi normal lagi 129, dan tidak ada hal lainnya yang membahayakan untuk divaksin. Maka, saya dengan Pak Sekda divaksin," ujar Uu seusai divaksin di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Kamis, 14 Januari 2021.

Baca: Istana Akan Nasihati Raffi Ahmad yang Keluyuran Usai Divaksin

Selain Uu, tokoh publik yang divaksin ialah Ketua Nahdlatul Ulama Jawa Barat Hasan Nuri Hidayatullah. Dalam testimoninya, vaksinasi dinilai menjadi upaya terakhir untuk pemulihan secara maksimal akibat pandemi COVID-19.

"Dengan pelaksanaan vaksinasi yang mulai hari ini di Jabar, semua bakal berangsur pulih dalam kehidupan bermasyarakat maupun aktivitas ekonomi. Masyarakat menjadi sehat, bangsa kita menjadi bangsa yang sehat. Dan semuanya diberikan kesehatan dalam beraktivitas sehari-hari," katanya.

Selain Gus Hasan, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Jawa Barat Pendeta Paulus Wiyono menyatakan, semua masyarakat bertanggung jawab menyukseskan vaksinasi COVID-19.

"Saya atas nama gereja-gereja bersyukur untuk apa yang dilakukan pemerintah dalam rangka mengatasi pandemi ini dan berterima kasih dan percaya bahwa pemerintah melakukan yang terbaik," kata Paulus.