Divaksin tapi Tetap Positif COVID-19, Kenapa Demikian?

Ichsan Suhendra, Isra Berlian
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah saat ini tengah melaksanakan program vaksinasi COVID-19. Program yang dimulai pada pertengahan Januari lalu sempat menjadi perbincangan masyarakat.

Salah satunya adalah munculnya kejadian sejumlah orang yang dinyatakan positif COVID-19 usai beberapa hari melakukan vaksinasi COVID-19. Hal ini juga sempat diraskan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo.

Hal ini membuat sebagian masyarakat menjadi kebingungan. Apakah vaksin Corona sebenarnya dapat memberikan perlindungan dari COVID-19?

Terkait hal ini Spesialis Penyakit Dalam Konsulatan Imunologi, dr. Suzy Maria, Sp.Pd-KAI, angkat bicara. Dia menyebut bahwa kemungkinan seseorang sudah dinyatakan positif COVID-19 sebelum melakukan vaksinasi.

“Inkubasi atau mulai masuknya virus sampai munculnya gejala butuh waktu, ada yang satu hari sampai 14 hari. Jadi kalau seandainya waktu itu ada pejabat setelah divaksin kemudian swabnya positif mungkin sudah inkubasi berhari-hari sebelum divaksin pertama,” kata dia dalam program Hidup Sehat TvOne, Jumat 5 Februari 2021.

Suzy melanjutkan, vaksinasi COVID-19 bertujuan untuk mencegah terjadinya sakit. Selain itu, dengan adanya vaksinasi untuk mencegah pemberatan penyakit pada masyarakat yang mungkin terpapar COVID-19 usai melakukan vaksinasi.

“Selain itu, apakah vaksin akan mecegah terjadinya sakit apalagi berat? iya jadi pertama vaksin akan mencegah kita untuk menjadi sakit. Andaikan kita sudah divaksin kita masih kena penyakitnya ini akan mencegah penyakit COVID-19 yang berat yang artinya mencegah kematian,” lanjut dia.

Untuk diketahui, meski pemerintah Indonesia akan memulai program vaksinasi COVID-19 sejak pertengahan Januari lalu. Bukan berarti masyarakat bisa abai akan virus corona yang masih ada hingga saat ini.

Maka dari itu penting untuk terus menerapkan protokol kesehatan 3 M, Menggunakan Masker, Menjaga Jarak dan Menjauhi Kerumunan serta Mencuci Tangan dengan sabun dan Air untuk memutus penularan COVID-19 di masyarakat.