Divonis bebas, terdakwa pencucian uang Bank Century puji hakim

MERDEKA.COM. Salah satu dari tiga orang terdakwa penerima dana bailout Bank Century, Stefanus Farok Nurtjahja dan sang istri Catherine mengaku sangat gembira dengan putusan majelis hakim yang membebaskan dia. Stefanus menilai hukum telah menolongnya dari dugaan tindak pidana.

"Kami sedang gembira bahwa kami bebas. Hukum ditegakkan, hakim mempunyai suara hati dan suatu pemikiran bahwa kami tidak bersalah," ujar Stefanus usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Senin (10/6).

Stefanus berharap, putusan ini dapat segera dieksekusi secepat mungkin. Sebab, dia mengaku sudah sudah tidak betah menjalani masa kurungan.

"Enam bulan (ditahan). Saya merasa republik ini harus berubah. Bahwa pemerintahan terlalu sibuk, ribut soal korupsi tapi fondasi hukum itu tidak diperbaiki sehingga semua orang boleh menggunakan hak interpelasi, timwas Century soal bailout, kok malah mengurusi kami yang kasusnya tahun 2003, 2004, 2005. Kami sedih karena kami dikriminalkan," kata Stefanus.

Stefanus kemudian menceritakan kisah mengapa dia sampai dijerat hukum. Kasus ini bermula saat dia bersama dua terdakwa lain membeli sebidang tanah dari Yayasan Fatmawati.

Dia mengaku uang yang digunakan untuk membeli tanah itu memang berasal dari terpidana kasus bailout Bank Century yang saat itu merupakan Direktur Utama PT Bangun Cipta Pratama, Toto Kuntjoro, pemilik sejumlah real estate yang tersebar di Bandung, Surabaya, dan Bali. Menurut Stefanus, tidak mungkin pihaknya menanyakan dari mana asal uang tersebut.

"Kok tiba-tiba tahun 2012 dikatakan itu adalah hasil kejahatan?" ungkap Stefanus heran.

Lebih lanjut, Stefanus mengaku tidak mengenal sosok Robert Tantular. Sehingga, dia merasa janggal apabila dirinya dengan dua orang terdakwa lain sampai dinyatakan terlibat dalam kasus pencucian uang.

"Kami kenal juga tidak dengan Robert Tantular. Ini adalah suatu hal yang dikriminalisasikan oleh pihak-pihak tertentu," ucap Stefanus.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menjatuhkan vonis bebas murni kepada tiga orang terdakwa pencucian uang Bank Century, Stefanus Farok Nurtjahja, Raden Mas Johanes Sarwono, dan Umar Muchisin. Majelis hakim menyatakan ketiganya tidak terlibat dengan kasus pencucian uang yang dilakukan terpidana Robert Tantular.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.