DIY Bakal Punya Sentra Budaya di Malioboro Bernama Jogja Planning Gallery

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemda DIY akan mendirikan sentra budaya di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta. Bangunan tersebut akan dinamai Jogja Planning Gallery (JPG).

Bangunan ini akan dibangun di Gedung DPRD DIY dan Teras II Malioboro yang saat ini masih dipakai untuk PKL Malioboro berjualan.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan desain JPG ini sedang disayembarakan. Ada tiga desain yang dipilih dari 118 peserta yang mengikuti sayembara desain JPG tersebut. Pemenang desain JPG ini diumumkan pada Selasa (12/7) kemarin.

Menariknya, para pemenang didominasi anak-anak muda milenial. Juara pertama berasal dari Perum Calista Karya Indah Denpasar, Bali terdiri atas Indira Oditya Sari, Benedictus Donny Mahardika, Rendianto Agustinus Purwanto dan Haidar Majid Dinutanayo.

Sementara, juara kedua diraih oleh tim Lenteng Agung, Jakarta Selatan yang terdiri dari Himawan Prakoso, Muhammad Adriansyah, Yeni Setiawan Kurnianto dan Dwi Siswi Hariyani.

Juara ketiga dari tim Gede Windu Laskara, Tjokorda Gede Dalem Suparsa, I Made Agung Mas Surianta dan I Komang Adi Wedana.

Sultan menilai karya tersebut sangat inspiratif dan memang layak menjadi yang terbaik. Sultan berharap ketiga desain pemenang ini bisa dikolaborasikan.

"Karya ini sangat menginspirasi," ucapnya di sela-sela pengumuman pemenang sayembara Desain JPG. Biar diberikan ruang dulu sama Ibu Kepala Dinas untuk rembugan bagaimana menyatukan visi di antara mereka," ucap Sultan.

Meski demikian, Sultan juga tidak menghendaki jika dari karya dari ketiga tim juara tersebut hanya sekadar diambil masing-masing kemudian dijadikan satu.

Raja Kraton Yogyakarta itu meminta harus lebih dari itu. Semua anggota tim juara diharapkan ikut berkontribusi lewat idenya untuk bersinergi merencanakan desain JPG.

"Jadi kalau ada ide baru itu silahkan bisa saja itu terjadi, yang penting yang mengerjakan pola pikirnya dari pemenang itu bisa membangun sinergi bersama untuk menciptakan," urai Sultan.

Ketua Panitia Sayembara JPG, Ahmad Syaifudin Mutaqi menjelaskan ketiga karya terbaik itu semua sudah sejalan kearifan lokal Yogyakarta dan membawa spirit Hamemayu Hayuning Bawana. Kelebihan ketiga karya, lanjut Syaifudin terkait dengan kearifan lokal itu itu menjadi poin penting karena menghadirkan sesuatu di ruang cagar budaya memang tidak mudah.

Selain itu tim terbaik mampu menghadirkan konstekstual lokasi yang akan dibangun dengan beragam kondisi sosialnya.

Syaifudin menerangkan ada satu desain yang menonjol sebagai juara. Desain itu dinilai dalam arti arsitektur itu holistik tidak parsial, secara utuh memenuhi kaidah yang diharapkan termasuk menjawab persoalan fungsional.

"Berikutnya tentu mempertimbangkan banyak hal berkaitan dengan kehadiran JPG sebagai kehijauan di tengah kota. Ini spirit positif hamemayu hayuning bawana menjadi karya itu bukan sesuatu lepas dari ruang konteksnya,” tutur Syaifudin.

Dewan Kehormatan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DIY itu juga mengungkapkan karya desain yang telah disayembarakan merupakan konsep dasar arsitektur JPG atau skematik desain. Tentu karya tersebut akan mengalami pengembangan desain ketika sudah masuk pada tahap berikutnya yaitu design development.

"Namun tidak keluar dari konsep yang ditetapkan sehingga antara karya juara pertama, kedua dan ketiga bisa saling menguatkan. Pastinya yang dominan adalah juara pertama,” tutup Syaifudin. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel