DIY bertekad perbaiki perolehan medali silat pada PON Papua

·Bacaan 1 menit

Tim pencak silat DIY yang diperkuat 11 atlet terdiri dari enam putra dan lima putri, memasang target memperbaiki perolehan medali pada PON Papua dibanding prestasi yang dibukukan pada PON sebelumnya.

“Kami ingin memperbaiki jumlah perolehan medali pada PON kali ini dibanding medali yang kami peroleh saat PON Jabar,” kata Pelatih Pencak Silat DIY Bambang Mujiono di Yogyakarta, Jumat.

Pada PON Jawa Barat, tim pencak silat DIY membawa pulang satu medali emas dan satu medali perunggu.

Menurut dia, target memperbaiki jumlah medali pada PON Papua cukup terbuka karena tim pencak silat DIY memiliki peluang baik dalam setiap nomor yang diikuti.

“Untuk saat ini, tidak ada daerah yang mendominasi cabang olahraga pencak silat. Setiap daerah memiliki keunggulan masing-masing di tiap kelas. Makanya, peluang untuk mendapat medali tetap ada,” kata Bambang.

Baca juga: Tim dayung Sulawesi Tenggara latihan kenali arena PON Papua

Tim putra akan turun pada kelas G dan J serta untuk kategori seni akan turun dalam nomor tunggal dan beregu, sedangkan tim putri bakal turun dalam kelas B, C, D, dan F serta kategori seni tunggal putri.

Secara umum, Bambang menyebut, persiapan pesilat untuk tampil pada PON Papua sudah cukup baik dengan menggelar latihan secara maraton pada pagi dan sore setiap Senin hingga Jumat.

“Atlet sempat menjalani latihan mandiri akibat aturan PPKM, tetapi saat ini sudah kembali melakukan latihan bersama,” kata dia.

Pengda Iktan Pencal Silat Indonesia (IPSI) DIY menjanjikan bonus Rp5 juta kepada peraih medali emas, Rp2,5 juta untuk peraih medali perak, dan Rp1 juta untuk peraih medali perunggu dalam PON Papua nanti.

Tambahan bonus ini diharapkan menaikkan motivasi atlet dalam mempersembahkan prestasi terbaik kepada DIY.

Baca juga: Sulawesi Selatan andalkan Ismail Kadir rebut emas biliar PON Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel