Djarum Dapat Tawaran Hijaukan Jalan Tol di IKN

Merdeka.com - Merdeka.com - Djarum melalui Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) mengaku telah menerima tawaran kerja sama dari salah satu perusahaan BUMN konstruksi jalan tol Ibu Kota Nusantara (IKN). Tawaran kerjasama sendiri berupa program penghijauan sejumlah ruas tol di IKN.

"Pihak tol (BUMN) dari IKN sudah ada kontak ke kita" kata Program Associate BLDF Abdurrachman Aldila di Pusat Pembibitan Tanaman (PPT) Djarum, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (23/11).

Meski begitu, Aldi belum bersedia menyebutkan nama perusahaan BUMN konstruksi yang menawarkan kerja sama tersebut. Dia beralasan, saat ini masih dalam tahapan awal pembahasan kerja sama penghijauan jalan tol di IKN.

"Saat ini, belum bisa kita share karena masih penjajakan. Kalau sudah ada, pasti kita akan publish," ungkapnya.

Aldi menyebut, jenis tumbuhan yang akan ditanam di ruas tol IKN merupakan tanaman endemi setempat. Untuk itu, pihaknya berencana menerapkan skema kerja sama dengan petani atau pembibit lokal untuk penyediaan bibit tanaman setempat yang berkualitas baik.

"Kita juga ingin berdayakan pelaku pembibitan di sana, supaya ekonomi lebih meningkat lagi," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun tol bawah laut terdalam di dunia. Konstruksinya dilakukan dengan teknologi immersed tunnel, atau terowongan tabung benam di jalur menuju Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, tol bawah laut IKN tersebut bakal menyambungkan salah satu jalan tol di sekitar ibu kota baru, yakni ruas Tol Balikpapan Samarinda Km 11-Junction Pulau Balang.

Proyek jalan tol di bawah laut tersebut diinisiasi guna menjaga habitat salah satu satwa endemik Kalimantan, yakni Bekantan yang berada di sekitar Teluk Balikpapan, khususnya Pulau Balang.

"Kita kan sekarang mau bikin tol dari Km 11 Balikpapan-Samarinda ke Jembatan Pulau Balang. Dari Pulau Balang ke IKN kan ada kawasan bekantan yang perlu dilindungi. Jadi kita bikin yang di bawah laut. Mudah-mudahan enggak mengganggu lingkungan," terang Menteri Basuki di Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (11/8). [azz]