DJKA monitor kesiapan Stasiun Matraman Jakarta sebelum beroperasi

Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan terus melakukan pengecekan dan inspeksi kesiapan operasional Stasiun Matraman di Jakarta Pusat, sebelum digunakan untuk naik dan turun penumpang.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten Rode Paulus menjelaskan bahwa kegiatan uji coba Stasiun Matraman dilakukan dengan sangat teliti untuk memastikan kesiapannya sebelum dioperasikan.

“Kami tidak ingin gegabah dalam mengoperasikan Stasiun Matraman dan ingin memastikan bahwa fasilitas penunjang di stasiun ini betul-betul siap untuk melayani penumpang,” kata Rode dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Rode mengatakan salah satu fasilitas pelayanan yang mendapat perhatian khusus dalam kegiatan pengecekan ini adalah fasilitas eskalator dan lift yang menghubungkan area concourse dengan peron.

Sebelumnya disampaikan bahwa Stasiun Matraman akan mulai diuji coba dengan skema naik-turun penumpang mulai Kamis (16/6).

Namun demikian, meski secara fisik bangunan dan fasilitas stasiun ini sudah siap dan layak operasi, Rode mengaku bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru dan ingin memastikan kembali kelayakan stasiun dari segi keselamatan dan kenyamanan penumpang.

“Semoga dengan pengecekan yang masih terus dilakukan ini, tidak terjadi lagi kendala penumpang sebagaimana yang sempat terjadi di beberapa stasiun lain,” ujarnya.

Lebih lanjut Rode menyebutkan bahwa pengecekan fasilitas penunjang juga terus dilakukan di beberapa stasiun seperti Stasiun Jatinegara.

Per Kamis (16/06), tim teknis DJKA telah melakukan pengecekan secara keseluruhan untuk seluruh fasilitas eskalator dan lift yang terdapat di Stasiun Jatinegara.

Pengecekan ini dilakukan untuk menilai kondisi eskalator dan lift di Stasiun Jatinegara sebelum dioperasikan.

“Kami selalu mengupayakan agar pengecekan di Stasiun Matraman maupun pembenahan fasilitas penunjang di stasiun-stasiun lainnya dapat selesai secepatnya sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh penumpang,” katanya.

Ia juga memastikan pihaknya terbuka terhadap masukan dari pengguna jasa layanan kereta api di wilayah Jabodetabek agar dapat menjadi bahan evaluasi dalam pembangunan yang dilakukan.

“Terima kasih atas segala masukan yang sudah disampaikan, semoga apa yang kami lakukan di lapangan dapat menjawab masukan-masukan tersebut satu per satu,” pungkas Rode.


Baca juga: DJKA tegaskan Stasiun Gambir masih beroperasi dan layani KA Jarak Jauh
Baca juga: Menhub-Menteri BUMN resmikan revitalisasi Stasiun Pondok Ranji
Baca juga: KAI tegaskan perubahan operasi KRL untuk tingkatkan pelayanan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel