Djoko Susilo Ternyata Borong 200 Keris

TEMPO.CO, Jakarta- Inspektur Jenderal Djoko Susilo ternyata gemar mengoleksi keris. Koleganya, Indra Jaya Hariadi mengungkapkannya saat menjadi saksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Selasa 16 Juli 2013.

Indra mengaku berhubungan dekat dengan Djoko sejak mengetahui kegemarannya tentang barang keramat. Dia merasa, memiliki kesamaan hobi dengan terdakwa simulator SIM dalam Korps Lalu Lintas Polri itu. 

Perkataan Indra juga dibenarkan Djoko pada persidangan itu. »Keterangan saksi mengenai keris memang benar,” ujarnya.

Perkenalan Djoko dengan Indra terjadi di jalan depan kediaman Kapolri Rusmanhadi pada 1998. Kala itu, Indra diminta sowan ke kediaman Kapolri. Disitulah secara tak sengaja bertemu dengan Djoko. Sejak saat itu, hubungan mereka kian akrab. Terlebih, menurut Indra, Djoko sudah menganggapnya sebagai saudara.

Pada 2004, Djoko pernah membeli 16 keris milik Indra, yang keseluruhannya seharga Rp 1,7 miliar. Setahun kemudian, saat Djoko hendak membayar, Indra justru bermaksud menitipkannya saja. Indra merasa Djoko merupakan orang yang baik kepadanya. Pada 2006, Indra yang semula tinggal di Solo ingin pindah ke Jakarta dan meminta uang pembayaran keris dibelikan rumah.

Djoko pun mengajak Indra berkeliling mencari lokasi rumah yang sesuai, hingga sampai di kawasan Pesona Kayangan, Depok. Djoko lantas menggunakan uang pembayaran keris untuk Indra sebagai biaya membeli rumah yang beralamat di Pesona Kayangan Blok F1 nomor 9 seharga Rp 1,65 miliar.  Tak hanya berupa rumah, Djoko juga memberikan uang Rp 150 juta sebagai tambahan untuk Indra. 

Dalam mengurus pembelian rumah, Indra diajak bertemu dengan Erick Malingkay, notaris langganan Djoko. Meski begitu, Indra tak mengetahui kuitansi pembelian rumah itu. Setelah menerima rumah dari Djoko, Indra sempat tinggal di sana sekitar satu tahun. 

Soal keris, Indra kerap berperan sebagai perantara Djoko yang menjualnya kepada orang lain. Kebanyakan, pembeli keris Djoko berasal dari luar negeri, seperti Jerman, Cina, dan Taiwan. Nilai transaksi keris itu juga besar. Indra mencontohkan, Djoko pernah menjual tiga keris kepada seorang warga Jerman seharga 680 ribu Euro, dengan satu cinderamata (bonus). Saat itu, nilai tukar Euro sebesar Rp 9.595. 

Indra mengaku tak pernah meminta uang komisi kepada Djoko. Meski begitu, Djoko selalu memberinya dalam jumlah besar. Dari komisi yang diterima Indra dari Djoko saat transaksi 680 Euro saja, sampai bisa dibelikan mobil. 

Hingga sekarang, pelanggan keris Djoko terus berdatangan. Bahkan, ketika Djoko sudah berada di KPK, seorang pembeli dari Jerman tetap mencarinya ke Indonesia dan berniat bertransaksi. Padahal, keris Djoko dijual dengan harga mahal. Indra mengaku pernah menjualkan keris Djoko seharga Rp 8 miliar kepada seorang warga asing. 

Sekarang, keris-keris Djoko dititipkan kepada Indra. Djoko juga pernah meminta Indra menyucikan keris-kerisnya jelang tanggal Satu Suro. »Totalnya saya lupa. Mungkin lebih dari 200 buah,” kata Indra. Namun, Indra menuturkan bila keris-keris itu belum disita oleh KPK.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.