Djokovic, Osaka melaju di Olimpiade ketika para unggulan putri tumbang

·Bacaan 3 menit

Novak Djokovic melaju ke putaran ketiga cabang tenis Olimpiade Tokyo, Senin, saat jalan bintang tenis Jepang Naomi Osaka menuju emas semakin terbuka setelah sejumlah unggulan putri tersingkir.

Djokovic mencatatkan kemenangan 6-4, 6-3 atas petenis peringkat 48 Jerman Jan-Lennard Struff dan akan berhadapan dengan petenis Spanyol Alejandro Davidovich Fokina untuk memperebutkan satu tempat di perempat final.

Petenis nomor satu dunia itu meminta penyelenggara menunda waktu mulai untuk menghindari panas setelah terik matahari pada babak pertama.

Namun, dikutip dari AFP, Senin, angin sepoi-sepoi dan langit yang sedikit mendung di Ariake Tennis Park membuat kondisi lebih nyaman bagi petenis Serbia itu pada hari ketiga Olimpiade.

"Saya berjuang dengan hal-hal tertentu di babak pertama, tetapi hari ini jauh lebih menyenangkan untuk dimainkan, hanya level tenis yang lebih tinggi ada di pihak saya," kata Djokovic.

"Saya sangat senang dengan apa yang saya rasakan di lapangan."

Saat Djokovic semakin dekat menuju Golden Grand Slam, setelah merebut gelar Australian Open, French Open, Roland Garros dan Wimbledon tahun ini, dia tampak tidak terpengaruh oleh tekanan yang meningkat.

"Menurut saya begitu Anda mencapai posisi teratas dalam peringkat dan mulai memenangkan Grand Slam, Anda akan mengalami berbagai jenis ekspektasi dan tekanan dari diri Anda sendiri dan orang-orang di sekitar," kata Djokovic.

"Menjadi juara Grand Slam dan menjadi nomor satu di dunia membawa banyak beban."

Sementara itu, Osaka melaju ke babak 16 besar setelah mengalahkan petenis Swiss Viktorija Golubic 6-3, 6-2 hanya dalam waktu satu jam.

"Sejujurnya, saya merasa sedikit lebih gugup sebelum pertandingan," kata Osaka.

"Saya merasa gugup, tetapi ketika saya mulai bermain dan merasa lebih nyaman, saya tahu bahwa apa pun itu akan menjadi pertandingan yang hebat."

Sebelum tiba di Olimpiade, Osaka tidak bermain sejak Mei, saat dia mundur dari French Open dengan mengatakan bahwa bertemu media usai pertandingan membahayakan kesehatan mentalnya.

Baca juga: Naomi Osaka dominan, Ash Barty tersingkir dari Olimpiade Tokyo

Sabalenka, Swiatek dan Kvitova kalah

Unggulan kedua, Ashleigh Barty, telah gugur dan ini menjadi momen yang mengejutkan ketika petenis nomor satu dunia dan juara Wimbledon itu tersingkir pada babak pertama.

Ikut gugur unggulan ketiga Aryna Sabalenka yang dikalahkan oleh Donna Vekic di babak kedua, Senin.

"Tentu akan sangat berarti bagi saya untuk memenangkan emas di sini, tetapi saya tahu ini adalah proses," kata Osaka, yang selanjutnya akan menghadapi runner-up French Open 2019 Marketa Vondrousova.

"Saya tahu bahwa ini adalah pemain terbaik di dunia dan sejujurnya saya sudah lama tidak bermain jadi saya mencoba untuk menjalaninya satu per satu. Tapi secara keseluruhan saya sangat senang berada di sini. "

Sabalenka kalah 6-4, 3-6, 7-6 (7/3) dari Vekic, sementara juara French Open 2020 Iga Swiatek kalah dua set langsung dari petenis Spanyol Paula Badosa.

Alison Van Uytvanck dari Belgia mengalahkan unggulan 10 Ceko Petra Kvitova dalam tiga set saat Sara Sorribes Tormo, yang mengalahkan Barty, menang 6-1, 6-4 atas Fiona Ferro.

Elina Svitolina berada dalam bahaya bergabung dengan pemain top, setelah pemain Ukraina itu berhasil melewati Ajla Tomljanovic 4-6, 6-3, 6-4.

Juara French Open Barbora Krejcikova mengalahkan pemain Kanada Leylah Fernandez 6-2, 6-4 dan pemenang Grand Slam dua kali Garbine Muguruza menyingkirkan petenis China Wang Qiang dengan tiga gim.

Alexander Zverev menjadi calon lawan semifinal Djokovic. Petenis Jerman itu melewati petenis Kolombia Daniel Elahi Galan 6-2, 6-2, dan unggulan kedua Daniil Medvedev mengalahkan Sumit Nagal 6-2, 6-1.

Medvedev akan bermain melawan Fabio Fognini di babak ketiga, sementara unggulan keenam asal Spanyol Pablo Carreno Busta mengalahkan Marin Cilic 5-7, 6-4, 6-4.

Baca juga: Lima bintang tenis yang siap berlaga di Olimpiade Tokyo
Baca juga: Djokovic jajal venue Olimpiade Tokyo, siap hidupkan mimpi Golden Slam
Baca juga: Deretan petenis top dunia yang mundur dari Olimpiade Tokyo

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel