Djokovic taklukkan Thiem melalui pertarungan lima set untuk juarai Australia Terbuka

Melbourne (AFP) - Novak Djokovic harus berjuang melalui pertarungan sengit selama lima set dengan Dominic Thiem untuk mempertahankan dominasinya di Australia Terbuka Minggu, mengklaim rekor gelar kedelapan dan sekaligus kembali bertengger di puncak sebagai petenis nomor satu dunia.

Petenis asal Serbia yang gigih itu memperpanjang rekor tak terkalahkan musim ini menjadi 13 kali, berhasil bangkit dari ketinggalan dua set sebelum menaklukkan Thiem, unggulan kelima dari Austria dengan skor -4, 4-6, 2-6, 6-3, 6-4 setelah bertarung secara maraton selama hampir empat jam.

Itu adalah gelar Grand Slam ke-17, hanya terpaut dua kemenangan untuk menyamai rekor Rafael Nadal dan terpaut tiga kemenangan dari Federer dalam daftar rekor sepanjang masa.

"Pasti lapangan favorit saya, stadion favorit saya di dunia dan saya diberkati untuk memegang trofi ini sekali lagi," kata Djokovic.

Kemenangan itu menempatkannya sejajar dengan petenis legendaris lain sebagai orang ketiga dalam sejarah yang memenangkan delapan gelar atau lebih turnamen Grand Slam Slam setelah Nadal (12 di Perancis Terbuka) dan Federer (delapan di Wimbledon).

Itu juga memastikan dia akan kembali menjadi nomor satu dunia ketika peringkat baru dirilis pada hari Senin, menggeser Nadal. Federer tetap di posisi ketiga dengan Thiem naik ke posisi keempat yang merupakan tertinggi dalam karirnya.

Djokovic belum pernah sebelumnya memenangi final Slam dalam tujuh upaya sebelumnya ketika ia berada dalam kondisi sudah tertinggal dua set.

"Anda dan dua orang lainnya (Nadal dan Federer) membawa tenis putra ke tingkat yang lebih tinggi. Saya senang saya bisa bersaing di masa-masa ini," kata Thiem usai pertandingan.

Petenis Serbia, 32, memang menjadi favorit kuat pada partai final tersebut, tetapi Thiem yang masih berusia 26 tahun, tampil sangat fit dan cepat, memiliki senjata untuk mengganggu keperkasaan lawan. Ia berhasil menjinakkan servis Djokovic dan melepaskan beberapa pukulan groundstroke yang eksplosif.

Setelah tertinggal pada dua set sebelumnya menyamakan kedudukan menjadi 2-2, Djokovic memanfaatkan semua pengalamannya dan memimpin 2-1 pada set kelima yang menentukan dan akhirnya terus melangkah untuk mengklaim mahkota kedelapan dari 13 kali penampilannya di Australia Terbuka.

"Itu tidak seharusnya terjadi malam ini," kata Djokovic kepada Thiem. "Keberuntungan yang berat. Itu pertandingan yang sulit. Tapi Anda sudah sangat dekat untuk memenangkannya.

"Anda tahu memiliki lebih banyak waktu dalam karier Anda dan saya yakin Anda akan mendapatkan salah satu piala Grand Slam. Dan lebih banyak lagi. Lebih dari satu," kata Djokovic menghibur lawannya.