DJP: Peserta program pengungkapan sukarela naik tajam jelang penutupan

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat pertumbuhan peserta dan nilai harta bersih yang diungkapkan menjelang berakhirnya program pengungkapan sukarela (PPS) meningkat tajam dibandingkan pencapaian bulan-bulan sebelumnya.

"Di sisa 15 hari terakhir PPS, kami melihat adanya tren realisasi yang melonjak tinggi," kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Neilmaldrin Noor dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan tren peningkatan dilihat dari jumlah peserta misalnya, dari rata-rata pada Januari sampai Mei yang hanya sekitar 11 ribu wajib pajak (WP) di 15 hari awal Juni sudah terdapat 32 ribu WP yang ikut serta.

Rinciannya, 8.389 WP pada Januari, 7.881 WP pada Februari, 14.294 WP pada Maret, 9.424 WP pada April, 16.185 WP pada Mei, dan 32.157 WP di 15 hari pertama Juni, sehingga total peserta PPS sampai dengan Rabu (15/6/2022) pukul 16.00 WIB adalah 88.330 orang.

Tren serupa juga terjadi untuk total nilai harta bersih dan total pajak penghasilan (PPh) yang disetorkan, yakni total nilai harta bersih di 15 hari pertama Juni bahkan tumbuh 304 persen dari nilai rata-rata Januari sampai dengan Mei.

Neilmaldrin menyebutkan nilai rata-rata nilai harta bersih dan PPh dalam lima bulan terakhir adalah sebesar Rp20,7 triliun, sedangkan nilai harta bersih di 15 hari pertama Juni sebesar Rp83,6 triliun.

Secara perinci yaitu Rp5,9 triliun pada Januari, Rp9,2 triliun pada Februari, Rp27,6 triliun pada Maret, Rp23 triliun pada April, Rp37,6 triliun pada Mei, dan Rp89,3 triliun pada bulan berjalan ini, sehingga total nilai harta bersih sampai dengan kemarin pukul 16.00 WIB sebesar Rp192,6 triliun.

Sementara, rincian PPh yang disetorkan yaitu Rp653 miliar pada Januari, Rp947 miliar pada Februari, Rp2,8 triliun pada Maret, Rp2,3 triliun pada April, Rp3,7 triliun pada Mei, dan Rp8,8 triliun pada Juni, sehingga total PPh yang telah disetorkan sampai kemarin pukul 16.00 WIB sebesar Rp19,2 triliun.

"Apabila dicermati, tren kenaikan signifikan data PPS pertama terjadi di bulan Maret, bertepatan dengan setelah kami kirimkan imbauan via e-mail ke WP dan sosialisasi yang semakin sering. Kemudian, tren sempat turun di bulan April hingga sekarang naik lagi menjelang berakhirnya program ini," jelasnya.

Baca juga: DJP kirim 18 juta surel ke wajib pajak untuk ikuti PPS
Baca juga: DJP Kanwil Jaksel I kumpulkan pajak Rp190,28 miliar dari PPS
Baca juga: Pajak dari Program Pengungkapan Sukarela terkumpul Rp12,56 triliun

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel