DJP Upayakan Pembayaran Pajak UKM Melalui ATM

  • Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    TRIBUNnews.com
    Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    TRIBUNNEWS.COM - Hasil survey standar hidup baru yang dilakukan oleh Ipsos Business Consulting Indonesia cukup mengejutkan …

  • ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    Jagat Pintar
    ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    Produsen asal Taiwan, ASUS, menggebrak pasar ponsel kelas menengah dengan meluncurkan tiga seri Zenfone sekaligus. Mereka adalah Zenfone 4, Zenfone 5 dan Zenfone 6. Ketiga ponsel tersebut mengusung prosesor buatan Intel, Atom. …

  • Alasan investor asing gandrungi capres Jokowi dan Prabowo

    Alasan investor asing gandrungi capres Jokowi dan Prabowo

    Merdeka.com
    Alasan investor asing gandrungi capres Jokowi dan Prabowo

    MERDEKA.COM. Pemilihan umum legislatif telah berakhir. Fase selanjutnya ialah pemilihan presiden. Di fase kedua ini, dua partai politik dengan masing-masing capresnya dijagokan untuk juara yakni PDIP dengan Jokowi dan Gerindra dengan Prabowo.Dalam pileg lalu, berdasarkan hasil hitung cepat, dua partai ini menempati posisi empat besar peraup suara terbanyak bersanding bersama Golkar dan Demokrat. Namun, hanya PDIP dan Gerindra yang kini tengah menjadi sorotan di sektor bisnis karena figur …

Jakarta (Antara) - Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Kementerian Keuangan, mengupayakan pembayaran pajak penghasilan dari pelaku usaha kecil dan menengah sebesar satu persen dari omzet dapat dilakukan melalui anjungan tunai mandiri (ATM) berbagai bank.

"Kami sedang merintis kerja sama dengan bank sehingga pembayaran pajak itu nantinya dapat dilakukan melalui ATM," kata Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas DJP Kismantoro Petrus di Jakarta, Selasa.

Ia menyebutkan, diperlukan waktu agar pihaknya memiliki link atau jaringan dengan bank-bank yang nantinya mesin ATM-nya dapat melayani pembayaran pajak tersebut.

"Tidak mungkin orang membayar pajak tidak menerima bukti apa-apa dari bank. Pembayar pajak harus menerima bukti yang divalidasi bahwa yang bersangkutan telah membayar pajak," kata Kismantoro di sela buka puasa bersama redaktur ekonomi media massa di Jakarta.

Kismantoro menyebutkan nantinya pembayar pajak akan mendapatkan semacam nomor tanda penerimaan negara (NTPN) sebagai tanda yang valid atas pembayaran pajaknya.

Pemberlakuan pajak penghasilan satu persen tersebut didasarkan kepada Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.

Berdasar PP itu, peredaran bruto atau omzet merupakan jumlah peredaran bruto (omzet) semua gerai atau sejenisnya baik di pusat maupun cabangnya. Pajak yang terutang dan harus dibayar adalah satu persen dari omzet.

Objek pajak tersebut adalah penghasilan dari usaha yang diterima atau diperoleh wajib pajak dengan omzet tidak melebihi Rp4,8 miliar dalam setahun.

Usahanya meliputi perdagangan dan jasa seperti toko/kios/los kelontong, pakaian, elektronik, bengkel, penjahit, warung makan, salon dan usaha lainnya.

PP itu mengatur penyetoran PPh yang dilakukan bulanan sebagai angsuran. Setoran bulanan merupakan PPh Pasal 4 ayat (2), bukan PPh pasal 25. Jika penghasilan semata-mata dikenai PPh final, tidak wajib PPh Pasal 25.

Penyetoran paling lama tanggal 15 bulan berikutnya. Surat Setoran Pajak (SSP) berfungsi sekaligus sebagai Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPh Pasal 4 ayat (2). Jika SSP sudah divalidasi NTPN tidak perlu lapor SPT Masa PPh Pasal 4 ayat (2).

Penghasilan yang dibayar pajaknya berdasarkan PP Nomor 46 tahun 2013 dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh pada kelompok penghasilan yang dikenai pajak final dan atau bersifat final.(fr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...