DJP: Wajib Pajak Boleh Cicil Laporkan Harta di Program Pengungkapan Sukarela

Merdeka.com - Merdeka.com - Staf Ahli Bidang Kepatuhan Pajak Kementerian Keuangan Yon Arsal menyarankan agar masyarakat mencicil melaporkan hartanya melalui program pengungkapan sukarela (PPS), sebelum program tersebut berakhir.

"Kami ingin mengingatkan kalau para wajib pajak menunggu sampai akhir bulan, misal mengisi 30 Juni, tiba-tiba ada aset yang ketinggalan belum dilaporkan, maka sudah tidak punya kesempatan yang lain. Jadi kami mengimbau, tidak perlu nunggu sampai lengkap," kata Yon Arsal dalam media briefing ‘Perkembangan data penerimaan pajak terkini dan Program Pengungkapan Sukarela’ di Jakarta, Jumat (27/5).

Wajib pajak bisa mencicil laporkan hartanya sampai 10 kali lebih jika dokumen aset yang bersangkutan belum siap. Dengan begitu, lebih aman dan tidak akan ada aset atau harta yang tertinggal dilaporkan lewat PPS.

"Mau sepuluh kali sehari juga boleh, misalnya asetnya ada 100 item dan dokumennya baru terkumpul 10, yasudah laporin dulu, besok laporin lagi, itu lebih aman. Dari pada wajib pajak menunggu sampai akhir bulan, dan masih ada aset yang ketinggalan," katanya.

Sesuai peraturan perundang-undangan, kata Yon, pihaknya akan menindak lanjuti aset-aset yang terlupa atau tidak seluruh asetnya disampaikan melalui PPS.

"Setelah kita lakukan program ini selesai pada Juni, maka sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan tindak lanjutnya sudah harus kita lakukan," ujar Yon.

51.682 Wajib Pajak Ikut Program Pengungkapan Sukarela

Adapun hingga 27 Mei 2022, sebanyak 51.682 wajib pajak dengan 60.179 surat keterangan telah mengikuti Program pengungkapan sukarela (PPS) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Pemerintah berhasil mengumpulkan penerimaan pajak (PPh) sebesar Rp10,38 triliun. Selain itu, nilai pengungkapan harta yang sudah terdata mencapai Rp103,3 triliun. Sementara untuk deklarasi dari dalam negeri diperoleh Rp89,2 triliun.

Sedangkan deklarasi dari luar negeri mencapai Rp7,5 triliun. Kemudian, jumlah harta yang akan diinvestasikan ke instrumen surat berharga negara (SBN) mencapai Rp6,49 triliun. Program ini sifatnya terbatas, hanya berlangsung 1 Januari hingga hingga 30 Juni 2022.

"Alhamdulillah peserta PPS kita dari hari ke hari semakin menunjukkan peningkatan sampai dengan per hari ini kita sudah mengumpulkan banyak peserta yang ikut kurang lebih 51 ribu Wajib pajak, PPh yang disetorkan sudah Rp10,3 triliun, dan aset dilaporkan sudah Rp103 triliun," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel