DJSN Soal Penghapusan Kelas BPJS Kesehatan: Setiap Peserta Berhak Dapat Layanan Sama

Merdeka.com - Merdeka.com - Dewan Jaminan Kesehatan Nasional (DJSN) bakal menerapkan kelas standar rawat inap bagi peserta BPJS Kesehatan. Artinya pelayanan kesehatan yang saat ini terbagi menjadi kelas 1, 2 dan 3 akan dihapuskan dan diganti dengan standarisasi yang sama. Hal ini sejalan dengan UU No 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Salah satunya terkait prinsip ekuitas, yakni kesamaan dalam mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan medis yang tidak terikat dengan besaran iuran yang telah dibayarkan. Anggota DJSN, Asih Eka Putri menuturkan penerapan kelas standar rawat inap ini seharusnya sudah diimplementasikan sejak awal. Namun penerapannya tertunda hingga 8 tahun lamanya.

"Tujuan utamanya ini menjalankan UU SJSN yang tertunda 8 tahun, yakni penerapan prinsip ekuitas. Setiap peserta berhak mendapatkan pelayanan yang sama sesuai kebutuhan medisnya," kata Asih kepada merdeka.com, Jakarta, Kamis (9/6).

Asih menjelaskan, penerapan kelas standar rawat inap sudah ditetapkan sejak awal program BPJS Kesehatan. Namun, dalam penerapannya dibutuhkan masa transisi dari skema kelas berjenjang.

"Di masa transisi peserta belum bisa menerima konsep ini sepenuhnya," kata dia.

Sehingga diberikan waktu transisi pertama yakni pada tahun 2014-2019. Kemudian masa transisi diperpanjang lagi dari tahun 2019 hingga awal pandemi Covid-19. Kemudian terus diperpanjang sampai tahun 2022.

"Jadi sekarang ini saatnya kembali ke UU SJSN," kata dia.

Sadar Tuai Pro Kontra

pro kontra
pro kontra.jpg

Adanya penerapan kelas standar rawat inap ini akan mengubah banyak hal. Mulai dari penyesuaian tarif iuran peserta BPJS Kesehatan, manfaat pelayanan medis yang distandarisasi hingga tata kelola yang juga dibenahi.

Asih menyadari perubahan ini akan menuai pro dan kontra di masyarakat. Utamanya dalam hal penyesuaian tarif. Namun dia meyakini dengan konsep yang disesuaikan dengan undang-undang tersebut, masyarakat akan merespon dengan positif. Apalagi selama masa transisi ini pihaknya telah berkonsultasi dengan berbagai pihak.

"Kita lakukan terus dialog dari setahun lalu, ini sudah intensif, karena ini prosesnya sudah lama. Ini juga bukan hal yang baru, sudah dari 2014," kata dia mengakhiri. [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel