DKI bangun dua jembatan penyeberangan yang akan rampung September

Dinas Bina Marga DKI Jakarta tengah membangun dua jembatan penyeberangan orang (skywalk) di Jakarta Selatan yang pengerjaannya dimulai sejak Maret 2022 dan ditarget rampung September nanti.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan tujuan pembangunan dua skywalk tersebut agar pengguna transportasi umum bisa merasa aman dan nyaman.

"Kita ingin warga pengguna transportasi umum bisa merasa lebih aman dan nyaman dengan adanya akses koneksi itu," kata Hari di Jakarta, Jumat.

Skywalk dibangun membentang di dua lokasi yakni di Kebayoran Lama dan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Kedua jembatan penyeberangan tersebut akan dibangun dengan skema anggaran tahun tunggal.

Sub Kordinator Urusan Bangun Prasarana dan Sarana Umum (PSU) Dinas Bina Marga DKI Jakarta Imam A Nugraha mengatakan pembangunan skywalk Kebayoran Lama menghubungkan integrasi Halte Busway Velbak di Koridor 13, Halte Kebayoran di Koridor 8, dan Stasiun KRL Kebayoran.

Selain itu, pembangunan skywalk lainnya terdapat di Lebak Bulus yang dibangun KSO PT. Inti Menara Jaya dan PD Sarana Jaya yang menghubungkan Stasiun MRT Lebak Bulus dengan area parkir dan naik turun orang (drop off) di Poins Square.

Menurut Imam, skywalk yang berada di Kebayoran Lama memiliki panjang 450 meter. Sedangkan skywalk di Lebak Bulus memiliki panjang 300 meter.

Ia menyebut skywalk di Kebayoran Lama dibangun dengan desain dan cahaya artistik untuk memanjakan mata saat dilewati pengguna transportasi umum.

Tak lupa, skywalk juga dilengkapi dengan fasilitas seperti lift yang memudahkan akses dan kenyamanan pengguna transportasi umum seperti busway.

"Untuk lebar skywalk 3,6 meter, ini cukup lebar demi kenyamanan para pengguna nantinya. Skywalk juga akan dilengkapi lift di halte busway koridor 8 dan halte koridor 13," tutup Imam.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menyepakati paket tarif integrasi moda transportasi sebesar Rp10 ribu.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Ismail berharap dengan penetapan paket tarif integrasi ini dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berpindah dari transportasi pribadi ke transportasi umum.

Komisi B, sambung Ismail akan terus memantau perkembangan penerapan paket tarif integrasi setiap enam bulan sekali untuk mengetahui seberapa efektifnya dan menguntungkannya bagi pengguna transportasi umum.

"Nanti kita evaluasi perenam bulan, dari situ nanti kita bisa mengkaji dan melahirkan rekomendasi baru, agar penerapan paket ini bisa benar-benar dirasakan masyarakat," ucapnya.
Baca juga: Pemprov DKI rampungkan revitalisasi 10 jalur pedestrian
Baca juga: Dishub DKI raih penghargaan "Jalan Hijau Achievement Award 2021"
Baca juga: Satpol PP DKI mendata kondisi trotoar di Jaksel untuk pedestrian

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel