DKI-Bank Dunia tekankan investasi penting untuk kota berkelanjutan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Bank Dunia (World Bank Group) menekankan investasi penting untuk mewujudkan kota sejahtera dan berkelanjutan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan investasi dari pihak swasta juga sangat penting dalam menghasilkan pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

Baca juga: Anies dikunjungi Walikota Rotterdam bahas tantangan setelah pandemi

"Oleh karena itu, sebagai kota kolaborasi, Jakarta harus memperkuat kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan pembangunan Jakarta berkelanjutan," kata Anies dalam acara bertema "Kota Sejahtera dan Berkelanjutan: Berinvestasi pada Transformasi Kota" di Jakarta, Selasa.

Kegiatan tersebut hasil dari kolaborasi DKI dan World Bank Group yang didukung oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/BAPPENAS), dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebagai acara pendukung untuk agenda U20 Mayor Summit dengan bahasan mengenai investasi yang mengubah kawasan perkotaan untuk memainkan peran penting dalam memberdayakan kota.

Sesi ini juga dianggap kesempatan baik untuk menonjolkan peran kota dan pemerintah daerah sebagai mitra strategis dalam mewujudkan visi G20, untuk membangun kembali dengan lebih baik dan lebih kuat.

Kemudian Anies menjelaskan bahwa akar penyebab tantangan Jakarta adalah permasalahan urban, namun dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan di Jakarta selalu berbasis kendaraan pribadi.

"Selama beberapa dekade, manajemen perkotaan Jakarta terbiasa fokus pada pembangunan berorientasi kendaraan pribadi. Sehingga dampaknya adalah penggunaan kendaraan pribadi yang berlebihan," katanya.

Akan tetapi saat ini, kata dia, kebijakan DKI Jakarta telah mereformasi manajemen perkotaan menjadi Pembangunan Berorientasi Transit (TOD), yang menekankan penggunaan transportasi umum secara besar-besaran.

"Tak lain untuk mengurangi kemacetan dan emisi karbon, menyediakan bangunan vertikal dan padat, dan integrasi," ujar Anies.

Baca juga: Anies terapkan toleransi nol untuk kekerasan terhadap perempuan

Di samping itu, Anies juga menilai kurangnya investasi dalam layanan dasar yang akhirnya berdampak pada pelayanan yang kurang prima.

Saat ini, Jakarta sedang melakukan pengembangan layanan dasar secara masif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya, bahkan pendekatan baru untuk mengatasi masalah dan mengubahnya menjadi kenyataan sedang dijalankan.

"Program utama pembangunan perkotaan di Jakarta saat ini, seperti JakLingko, JakHabitat, program mitigasi banjir, air bersih, dan program jaminan sosial yang ekstensif telah kita upayakan," tuturnya.

Sementara itu, Grup Bank Dunia memandang kegiatan ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengakui peran yang dimainkan oleh sebuah kota dan pemerintah daerah sebagai mitra strategis, untuk mewujudkan visi G-20 dalam membangun kembali kota-kota dengan lebih baik, lebih kuat, dan lebih efisien.

Ini juga dirancang untuk menunjukkan pencapaian tersebut dan memberikan contoh kepada kota-kota mitra U20, kota-kota pengamat Indonesia, perwakilan lembaga Internasional dan bilateral dan organisasi masyarakat sipil untuk berinvestasi dalam transformasi perkotaan sirkular dengan visi yang komprehensif dan integratif dari ekonomi, fisik, sosial, dan kondisi lingkungan kota.

Manfaat dari transformasi kota semacam itu, menurut studi global dapat melampaui area yang ditargetkan dan seringkali menghasilkan peningkatan mobilitas dan konektivitas, investasi swasta yang lebih besar dan manfaat sosial yang signifikan, seperti tingkat kejahatan yang berkurang, peningkatan kohesi sosial dan kondisi ekonomi.

Perlu diketahui, kegiatan ini dihadiri oleh Ahmad Aboutaleb, Mayor of Rotterdam; Mr. Mochamad Ridwan Kamil, Governor of West Java; Ms. Jess Scully, Deputy Lord Mayor of Sydney; Mr. Randall Williams, Executive Mayor of Tshwane; Mr. Alfonso Vegara, President of Fundacion Metropoli; Mr. Luis Triveno, Senior Urban Specialist, World Bank as moderator; Ms. Yuko Arai, Urban Specialist, World Bank.

Baca juga: Anies ubah orientasi pembangunan ke pengurangan kendaraan pribadi