DKI catat kasus aktif sebabkan BOR di Jakarta naik jadi tujuh persen

·Bacaan 2 menit

Pemprov DKI Jakarta mencatat seiring dengan terjadinya kenaikan kasus aktif COVID-19 ditambah munculnya varian Omicron, menyebabkan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate ( BOR ) pasien COVID-19 meningkat jadi tujuh persen.

"Perlu kami sampaikan bahwa BOR sekarang meningkat menjadi 7 persen dan ICU menjadi 5 persen yang sebelumnya BOR turun 4 persen. Ini menjadi perhatian kita bersama," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Jakarta, Rabu.

Beberapa hari ini, kata Riza, kasus COVID-19 kian melonjak meski jumlahnya tidak signifikan, tetapi menurutnya hal itu tetap harus diwaspadai.

"Ya itu salah satunya, tapi kan positifnya hari ini juga meningkat ya. Jadi 115 ada peningkatan dari yang sebelumnya 108, 110, 97 jadi memang ada peningkatan positif beberapa hari ini," katanya.

Kewaspadaan, kata dia, harus dijaga, terlebih Jakarta saat ini memasuki Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2.

Riza juga mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Mohon warga lebih disiplin dan taat lagi sekalipun di DKI Jakarta sekarang sudah dinaikan di level 2. Kami minta tetap ditingkatkan lagi, sekalipun mal tempat bekerja bahkan sekolah sudah 100 persen kami minta lebih ditingkatkan lagi. Khususnya kepada orang tua anaknya yang pergi sekolah pastikan setelah selesai belajar di sekolah kembali ke rumah," ucapnya.

Kendati demikian, Riza mengucap syukur kasus meninggal akibat varian Omicron tidak ada, tapi ia menekankan tempat terbaik adalah di rumah.

"Alhamdulillah di DKI Jakarta Covid cukup terkendali sekalipun beberapa hari ini ada peningkatan Omicron, kita bersyukur tidak ada yang meninggal kasus Omicron di Jakarta. Harapan kita ke depan kasus ini bisa segera turun. Untuk itu tentu itu semua kembali kepada kita, pemerintah sudah membuat regulasi terkait COVID-19 dan Omicron. Namun semuanya berpulang kepada warga Jakarta, kami minta semuanya patuh taat terhadap prokes dan sekali lagi tetap tempat terbaik adalah berada di rumah," tuturnya menambahkan.
Baca juga: DKI akan tutup sekolah 15 hari jika penyebaran COVID-19 signifikan
Baca juga: Penanganan COVID-19 di Jakarta terkendali meskipun ada lonjakan kasus
Baca juga: Capaian vaksinasi anak di Jakarta mendekati 50 persen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel