DKI diminta tingkatkan kualitas alkes penyakit kritis

Komisi E DPRD DKI Jakarta meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI untuk segera meningkatkan kualitas alat kesehatan (alkes) terutama bagi penyakit kritis seperti jantung dan paru demi mengurangi antrean di masyarakat saat mengakses layanan itu.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Merry Hotma di Jakarta, Senin, mengatakan penambahan atau peningkatan mutu alat kesehatan itu sangat diperlukan karena banyak warga mengeluh terkait lambatnya penanganan dan lamanya waktu tunggu untuk tindakan akibat alat tidak memadai.


"Warga yang mau operasi saja harus mengantre enam bulan untuk operasi jantung. Kami tidak mau lagi ada warga yang menunggu terlalu lama untuk tindakan," ujar Merry.


Merry sendiri menyayangkan kurangnya alat kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), termasuk kualitas teknologinya karena masih di bawah standar, seperti alat pemeriksaan radiologi diagnostic magnetic resonance imaging (MRI) yang dimiliki RSUD Tarakan masih tipe lama yakni 1,5 tesla.

Baca juga: PMI Jakarta Pusat imbau masyarakat donasi alat kesehatan


Oleh karena itu, Merry meminta Dinkes DKI Jakarta untuk melakukan peningkatan alat MRI dengan tipe 3 tesla skyra.


"Kita sepakat hari ini untuk meng-'upgrade' semua alat-alat kesehatan baik tipe A atau tipe B. Kita mau jangan sampai lagi warga itu ngantre untuk MRI dan untuk pengobatan stroke karena keterbatasan alat. Warga BPJS layak mendapat pelayanan yang baik dari alat kesehatan yang modern," katanya.


Sementara itu, anggota Komisi E Yudha Permana mendorong Dinkes DKI segera memiliki alat alat-alat "positron emission tomography" (PET Scan) untuk mendiagnosis kanker, sebab saat ini, warga Jakarta yang mengidap kanker harus antre dengan warga daerah lain di RS Kanker Dharmais.


"PET Scan perlu, karena ini alat yang sangat membantu untuk para pasien kanker. Supaya juga tidak terjadi penumpukan di rumah sakit pusat seperti Dharmais. Kita bisa evaluasi, apa unit barang yang dibutuhkan pada RSUD untuk mempercepat waktu tunggu pasien," kata Yudha.

Baca juga: Wali Kota Berlin serahkan bantuan alat kesehatan untuk Jakarta


Tiga alat
Sementara itu, Direktur RSUD Tarakan Dian Ekowati mengajukan penambahan tiga alat kesehatan dengan anggaran Rp29,1 miliar yang diharapkan dapat meningkatkan layanan dan memangkas waktu tunggu pasien yang ingin melakukan pemeriksaan di RSUD tipe A ini.


Ketiga alat kesehatan tersebut adalah Multi Slice CT Scan sebesar Rp19,5 miliar untuk pemeriksaan jantung.

Lalu, Static X-Ray sebesar Rp6,89 miliar untuk mendiagnosis dan memantau beberapa kondisi tubuh seperti keluhan seperti infeksi, pembusukan gigi, patah tulang, radang sendi, osteoporosis, ataupun kanker tulang.

Kemudian, terakhir C-Arm sebesar Rp2,72 miliar untuk mendiagnosis kanker paru.

Baca juga: Jakarta Barat bagi paket alat kesehatan untuk UMKM tahun ini


"Ini yang kami butuhkan sebab CT Scan yang kami punya tahun 2012, X-Ray pembelian tahun 2011 namun sudah rusak dan yang terakhir C-Arm bisa menjadi layanan unggulan kami untuk paru," ucap Dian.