DKI hadirkan hunian di dekat Stasiun MRT untuk pekerja kelas menengah

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan hunian Alaspadu dan Rumapadu yang lokasinya dekat Stasiun MRT atau kawasan "Transit Oriented Development" (TOD) untuk pekerja kelas menengah dengan penghasilan Rp7-20 juta per bulan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, Alaspadu dan Rumapadu ini dilaksanakan PT MRT Jakarta (Perseroda) melalui anak usahanya, PT Integrasi Transit Jakarta berkolaborasi dengan pihak swasta, yakni PT Rukita Bhinneka dan PT Cove Living Indonesia.

"Saya ingin sampaikan pesan kepada seluruh warga Jakarta bahwa kami menyiapkan hunian bagi yang berpenghasilan rendah dan menengah. Yang menengah ini disiapkan dengan pola-pola kolaborasi," kata Anies di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat.

Anies mengatakan, Alaspadu dan Rumapadu yang juga merupakan bagian dari program Jakhabitat. Program ini mengakomodir kebutuhan dan kemampuan kelas pekerja menengah yang belum terakomodir dalam program perumahan untuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah dan belum mampu memiliki hunian di pusat kota.


Anies menjelaskan, pihak pengelola bangunan tidak kehilangan propertinya karena bangunan tersebut tidak dijual maupun dilepas kepemilikannya, melainkan dikelola bersama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta lewat suatu pendekatan kolaborasi untuk menghadirkan hunian tersebut.

Baca juga: Rukita-MRT kolaborasi hadirkan hunian terjangkau di TOD Jakarta

Hadirnya Alaspadu dan Rumapadu ditandai dengan penandatanganan dua Perjanjian Kerja Sama tentang Penyelenggaraan Hunian Terjangkau antara Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta Farchad Mahfud dengan CEO PT Rukita Bhinneka Sabrina Soewatdy dan Direktur Utama PT Cove Living Indonesia Rizky Kusumo, yang disaksikan oleh Anies dan Direktur Utama PT MRT Jakarta Mohamad Aprindy.

Kerja sama ini telah menghasilkan 359 unit Alaspadu dengan rincian 106 unit siap huni dan 253 unit dalam tahap persiapan/penjajakan kerja sama.

Hunian Alaspadu tersebar di tiga stasiun MRT Jakarta, yaitu Rukita Kudus Menteng (54 Unit) yang berjarak sekitar 550 meter dari Stasiun Dukuh Atas BNI dan Rukita Jack House Melawai (25 Unit) yang berjarak 290 meter dari Stasiun Blok M BCA. Selanjutnya COVE Sky Cipete (27 Unit) yang berjarak 700 meter dari Stasiun Cipete Raya.

Sementara, 320 unit Rumapadu yang dalam tahap pembangunan dan berlokasi di One Bell Park Apartment, Fatmawati, yang berjarak sekitar 1,6 kilometer dari Stasiun Fatmawati.

Baca juga: Konsultan: Pemasaran properti hunian naik karena MRT

Direktur Utama PT MRT Jakarta Mohamad Aprindy mengatakan, sebagai operator utama pengelola kawasan berorientasi transit di sepanjang jalur MRT Fase I, mereka berkewajiban untuk menghadirkan akses yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Direktur Utama PT ITJ Aidin Barlean menyampaikan sejumlah strategi penyediaan hunian terjangkau di kawasan TOD. Yakni bekerja sama dengan perusahaan unit properti aktif seperti COVE dan Rukita, lalu mengakuisisi dan mengonversi unit-unit yang belum terutilitasi secara optimal.

Alaspadu merupakan hunian sewa berkonsep co-living, sedangkan Rumapadu merupakan hunian kepemilikan (kelas apartemen). Keduanya dihadirkan di kawasan berorientasi transit dengan jarak yang sangat dekat dengan stasiun MRT dan moda transportasi publik lainnya, serta harga yang terjangkau.

Untuk informasi terkait hunian terjangkau Alaspadu dan Rumapadu dapat dilihat pada Galeri Huni Jakhabitat serta pada website dan akun media sosial MRT Jakarta.