DKI Jakarta rebut medali perunggu bola basket putri PON Papua

·Bacaan 1 menit

Tim bola basket putri DKI Jakarta berhasil merebut medali perunggu PON XX Papua setelah mengalahkan Sulawesi Selatan dengan skor 69-53 pada laga perebutan tempat ketiga di Mimika Sport Complex, Mimika, Sabtu.

Prestasi itu menyamai pencapaian DKI Jakarta pada PON 2012. Sementara bagi Sulawesi Selatan, meraih tempat keempat menjadi yang perdana sepanjang PON.

Pada pertandingan melawan Sulawesi Selatan, DKI Jakarta sempat memimpin jauh 13-0 pada kuarter pertama sebelum Gustina melesakkan lemparan bebas yang membuat Sulsel memperkecil ketinggalan menjadi 13-21 sekaligus menutup kuarter tersebut.

Unggul delapan angka dari lawan, DKI Jakarta tak mengendurkan tekanan pada kuarter kedua. Tiara Denaya memperlebar jarak DKI menjadi 30-15. Kemudian Yuliana memasukkan dua poin yang mempertegas ketangguhan DKI, 38-21, sampai turun minum.

Baca juga: "Kalahkan diri sendiri" kunci basket putri Jatim ke final PON Papua

Usai jeda, dua angka Azizah Abas langsung membuka skor untuk Sulawesi Selatan. Terus mengejar, upaya tiga angka Sabrina Sandewang untuk Sulsel mempertipis selisih kedudukan, 28-43. Akan tetapi, DKI Jakarta tetap superior hingga kuarter itu tuntas 50-32.

Pada kuarter pamungkas, DKI Jakarta semakin melesat jauh dan meninggalkan lawan 20 poin, 59-39. Tiga poin Sabrina Sandewang memotong jarak Sulsel ke 51-65, tetapi DKI Jakarta tak terkejar. Jakarta pun memenangkan pertandingan itu dengan skor 69-53.

Jesslyn Aritonang menjadi penyumbang poin terbanyak untuk DKI Jakarta pada laga tersebut dengan membuat 19 poin, delapan rebound dan dua assist.

Sementara di kubu Sulawesi Selatan, Sabrina Sandewang mencatatkan statistik terbaik dengan membuat 27 poin dan delapan rebound.

Baca juga: Tim basket putri DKI Jakarta lolos semifinal usai bekuk Papua 85-30
Baca juga: Tim basket putri Bali torehkan sejarah melaju ke final

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel