DKI Jakarta ubah hunian tak layak menjadi nyaman melalui bedah kawasan

Provinsi DKI Jakarta mengubah hunian tak layak serta rawan banjir menjadi hunian nyaman dan bebas genangan saat hujan melalui program bedah kawasan.

Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Sekretariat Daerah (Setda) DKI Jakarta Uus Kuswanto telah me​​​​​resmikan sembilan rumah yang dibedah melalui program bedah kawasan di Jalan Wijaya I, Gang Langgar, RT 11/RW 03, Kelurahan Petogogan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Ada sirkulasi udara sehingga aman dan nyaman dihuni. Selain itu juga bebas dari genangan karena lahannya juga ditinggikan," kata Uus Kuswanto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Uus menyebutkan, ada sembilan rumah di Kelurahan Petogongan yang sudah selesai dibedah. Masing-masing rumah tersebut berlantai tiga.

Menurut Uus, bedah kawasan merupakan program yang tepat lantaran kawasan itu sebelum dibedah sangat tidak layak huni dan rawan tergenang saat musim hujan akibat luapan air dari Kali Krukut.

Kini hunian warga yang dahulu tidak layak, telah berubah menjadi aman dan nyaman berkat program bedah kawasan yang bekerjasama dengan Baznas-Bazis Jakarta Selatan.

Baca juga: Baznas-Bazis Jaksel targetkan bedah rumah 170 unit pada 2022

Tak hanya itu, di kawasan tersebut sekarang sudah terdapat fasilitas internet gratis, JakWifi, serta fasilitas olahraga berupa lapangan bulu tangkis dan tenis meja.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin menuturkan, program tersebut tidak akan berhenti hanya di kawasan tersebut.

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan telah menyiapkan banyak lokasi yang sudah masuk prioritas perbaikan untuk rumah layak huni.

"Selanjutnya di Cipete Utara, saat ini sedang pendataan dan pembersihan kawasan tersebut. Dan untuk bedah rumah satu yang sifatnya perorangan tetap berjalan," tutur Munjirin.

Ketua Baznas-Bazis DKI Jakarta Abu Bakar menuturkan, awalnya bedah kawasan di RT/RW tersebut sebanyak 21 rumah.

Namun karena warga ada yang berubah pikiran sehingga hanya sembilan rumah yang dihuni sembilan KK dan 37 jiwa.

"Pengerjaan dimulai sejak tiga bulan lalu dengan ukuran rumah 30-60 meter persegi dan dibangun tiga lantai," kata Abu Bakar.

Baca juga: Baznas Jaksel bedah 68 rumah tidak layak huni

Lantai satu untuk interaksi warga, lantai dua ruang tamu, dapur dan kamar mandi dan lantai tiga ruang kamar tidur.

Salah satu warga yang merasakan manfaat program tersebut, Fajar Cahya Gumilar mengatakan, dirinya dan warga menyambut positif bedah kawasan.

Dulu rumah orang tuanya tidak layak huni. Tapi sekarang menjadi bagus dan layak huni dengan adanya sirkulasi udara dan fasilitasnya nyaman.

"Untuk itu saya ucapkan terima kasih pada Pemprov DKI Jakarta," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel