DKI jamin JakWifi tetap berjalan meski ada pengurangan titik akses

Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta menjamin bahwa layanan internet dengan Wi-Fi gratis (JakWifi) tetap berjalan meski ada pengurangan titik akses layanan.


"Pemprov DKI Jakarta melalui Diskominfotik memastikan layanan internet gratis melalui JakWifi tetap berjalan," kata Plt Kepala Diskominfotik DKI Jakarta, Raides Aryanto, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Jakarta kemarin, Jakwifi hingga tanggul pantai Jakarta

Titik jaringan internet atau wifi di Ibu Kota dari 3.500 titik menjadi 1.263 titik, adalah berdasarkan survei dan evaluasi yang dilakukan agar layanan tetap optimal dan menyesuaikan dengan situasi peralihan pandemi COVID-19 seperti saat ini agar tepat sasaran.

Hal ini juga, kata Raides, menyesuaikan dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 50 dan 51 Tahun 2022 mengenai pencabutan PPKM yang menyebutkan tidak ada lagi pembatasan kegiatan masyarakat, sehingga sekolah dan perkantoran sudah masuk 100 persen.

Berdasarkan survei yang dilakukan Diskominfotik DKI Jakarta, secara umum menunjukkan bahwa pada fase peralihan pandemi COVID-19 seperti saat ini, aktivitas masyarakat berangsur normal, sehingga terjadi perubahan dalam pemanfaatan JakWifi oleh masyarakat.

Semangat utama dari penyediaan JakWifi, ucap Raides, adalah untuk menjamin kesetaraan akses, khususnya bagi masyarakat kurang mampu di wilayah DKI Jakarta, yang di antaranya digunakan untuk mendukung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada masa pandemi COVID-19.

"Hal ini terlihat pada survei Desember 2021, pemanfaatan JakWifi untuk PJJ mencapai 56 persen dan pada survei Maret 2022 ada 60,9 persen. Namun, pada survei yang dilakukan saat masa peralihan Pandemi COVID-19, yakni survei pada November 2022, tercatat hanya 27,5 persen yang menggunakannya untuk PJJ, selebihnya digunakan untuk hiburan sebesar 50,7 persen," kata Raides.

Baca juga: DKI kurangi titik wifi sesuaikan kebutuhan setelah pandemi

Survei, ucap Raides, dilakukan secara proporsional di setiap kota dan kabupaten administrasi di wilayah DKI Jakarta, dengan teknik pengambilan data survei dilakukan dengan pengisian kuesioner, survei lapangan, wawancara terstruktur, dan observasi kepada pengguna JakWifi.

"Hasil survei ini menjadi landasan Dinas Kominfotik untuk melakukan penyesuaian titik lokasi JakWifi yang tersebar di 645 RW, yakni di lingkungan masyarakat yang pemanfaatannya kurang optimal dalam mengakses JakWifi. Di mana berdasar data analisis dan monitoring, serta survei yang telah dilakukan, terdapat 1.867 titik lokasi JakWifi yang frekuensi penggunaannya tercatat sangat rendah," ucapnya.

Dinas Kominfotik DKI Jakarta, kata Raides, akan terus mengoptimalkan layanan JakWifi dengan meningkatkan kestabilan konektivitasnya pada titik-titik layanan JakWifi yang tersedia.

Kemudian, dengan adanya evaluasi dan penyesuaian ini, diharapkan dapat membuat layanan internet gratis melalui JakWifi semakin efektif dan tepat sasaran titik lokasinya, sehingga dapat mendukung masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan produktif.

Baca juga: Jakarta Selatan sediakan ribuan titik JakWifi