DKI minta warga jaga prokes dan vaksin booster antisipasi COVID-19

Dinas Kesehatan DKI Jakarta meminta masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan menyegerakan mendapat vaksin lengkap hingga vaksin penguat (booster) demi mengantisipasi peningkatan kasus COVID-19 di ibu kota.

"Pandemi COVID-19 belum berakhir. Masyarakat dapat membantu dalam melakukan pencegahan dan pengendalian penularan COVID-19 dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat dan melakukan vaksinasi COVID-19 secara lengkap dua kali untuk usia 6-17 tahun, serta dosis ketiga (booster) untuk 18 tahun ke atas. Ini adalah ikhtiar bersama, jangan sampai momen pahit terulang," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia di Jakarta, Selasa.

Hal ini, kata Dwi, karena kondisi di Jakarta saat ini terjadi kenaikan kasus COVID-19 lagi yang diduga karena berbagai faktor.

Besar kemungkinan, lanjut dia, kenaikan ini disebabkan karena sebagian besar masyarakat melakukan mobilitas seperti saat sebelum pandemi dan mulai longgarnya penerapan protokol kesehatan.

"Tak hanya itu, terjadi penurunan kekebalan (antibodi) pada orang yang sudah mendapatkan dua kali vaksinasi COVID-19 (dosis lengkap) tetapi belum atau menunda untuk menerima vaksin penguat (booster), serta faktor lainnya," ucapnya.

Hal tersebut, kata dia, ditekankan karena terdapat peningkatan jumlah kasus positif COVID-19 pada beberapa pekan terakhir di DKI Jakarta.

Di mana, secara berturut-turut dalam empat pekan terakhir, jumlah kasus positif COVID-19 di Jakarta sebanyak 616 kasus, meningkat menjadi 782 kasus, kemudian 1.165 kasus dan terakhir sebanyak 1.940 kasus. Angka persentase positif dari hasil pemeriksaan PCR juga meningkat dari 1,3 persen menjadi 4,6 persen pada satu minggu terakhir.

"Data sementara saat ini menunjukkan tren kenaikan kasus positif terjadi pada seluruh kelompok usia, termasuk kelompok anak, baik yang berusia kurang dari enam tahun (belum divaksinasi) maupun usia 6-18 tahun. Walaupun terjadi peningkatan kasus COVID-19, tetapi tidak terjadi peningkatan persentase kematian yang disebabkan COVID-19 selama satu pekan terakhir," ujar Dwi.

Selain menjalankan prokes dan menyegerakan vaksinasi, masyarakat juga dapat melaporkan masalah kesehatan di lingkungannya sebagai upaya membangun pelayanan kesehatan di DKI Jakarta agar semakin baik.

"Pelaporan dapat melalui Kader Kesehatan, Petugas Puskesmas setempat, atau kanal-kanal aduan yang telah disiapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," ujarnya.

Dalam peningkatan kasus COVID-19 di Jakarta, dilaporkan juga per Minggu (12/6) ditemukan empat kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.
Baca juga: Kasus COVID-19 harian dengan kenaikan tertinggi terjadi di DKI Jakarta
Baca juga: Wagub Riza ingatkan penyelenggara acara di DKI patuhi prokes
Baca juga: Warga Jakarta diimbau waspada terkait subvarian Omicron di Bali

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel