DKI salurkan pangan bersubsidi ke 880 warga Lenteng Agung

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Peternakan (KPKP) bekerjasama dengan Bank DKI, Food Station dan Dharma Jaya menyalurkan program pangan bersubsidi (PPB) ke 880 warga Lenteng Agung.

"Ada 880 warga penerima manfaat dalam program pangan bersubsidi mendapatkan kebutuhan sandang pangan dengan harga terjangkau," kata Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kelurahan Lenteng Agung Amelia dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa.​​​​​​​

Amelia menyebutkan penerimaan PPB dalam program ini adalah warga yang memiliki Kartu Jakarta Pintar (KJP), Pekerjaan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), PHL, PJLT setara UMP, penghuni rumah susun Pemda, Lansia, penyandang disabilitas dan buruh berpenghasilan UMP.

Adapun bahan pangan yang disalurkan antara lain satu ekor ayam seharga Rp8 ribu, satu kilo daging sapi Rp35 ribu, satu kilo ikan kembung seharga Rp13 ribu.

Baca juga: Kadin DKI nilai pangan bersubsidi penuhi gizi warga terdampak pandemi

Kemudian, telur satu tray seharga Rp10 ribu, beras lima kilogram seharga Rp30 ribu dan susu UHT satu karton seharga Rp30 ribu.

Sementara itu, Pengelola RPTRA Lenteng Agung, Novita menambahkan pelaksanaan program pangan bersubsidi ini dibantu oleh enam orang pengelola RPTRA dan tujuh petugas PPSU.

"Pelaksanaan dilakukan dua hari, yaitu hari pertama pendaftaran atau penggesekan dan pengambilan," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Peternakan mengawasi ketahanan dan keamanan pangan segar pada beberapa pasar yang ada di wilayahnya.

Baca juga: Telur jadi favorit peserta Program Pangan Bersubsidi di Jakarta Utara

"Kegiatan rutin ini demi menjaga ketahanan dan keamanan pangan karena masyarakat harus mengonsumsi makan yang betul-betul aman," kata Kepala Seksi Ketahanan Pangan dan Pertanian sekaligus Plt. Kepala Seksi Peternakan Kesehatan Hewan Nila Kartina.

Menurut Nila, pengawasan keamanan pangan ini tentunya sebagai upaya pemerintah dalam menjaga keamanan pangan mulai dari sayur, daging ayam, daging sapi, dan ikan dalam kondisi segar.

Nila mengatakan kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun sejak 2019 hingga 2022.

Adapun tiap tahunnya dilakukan sebanyak tiga kali untuk mengambil sampel dari pihak Suku Dinas Jakarta Selatan.

Baca juga: Stok pangan bersubsidi selalu tersedia di Pasar Slipi