DKI sebut "BOR" di RS masih 22 persen meskipun kasus meningkat

Dinas Kesehatan Provinsi DKI menyebutkan, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit (bed occupancy ratio/BOR) hingga saat ini mencapai 22 persen, meskipun penambahan kasus COVID-19 harian di Ibu Kota terus meningkat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia di Jakarta, Senin, menjelaskan saat ini peningkatan kasus berkisar 2.800 sampai 3.000 kasus per hari.

"Namun jika melihat tingkat keterisian di rumah sakit, jumlah pemanfaatan tempat tidur isolasi ada 22 persen, ICU 16 persen," kata Dwi Oktavia saat diskusi terkait perkembangan kasus COVID-19 yang disaksikan secara virtual.

Dwi menjelaskan bawa saat ini jumlah pasien aktif yang masih menjalani isolasi atau perawatan berkisar 23 ribu orang.

Menurut dia, kapasitas tersebut masih dirasa cukup untuk merawat pasien dengan gejala sedang-berat hingga pasien dengan penyakit penyerta (komorbid).

Baca juga: Penambahan kasus COVID-19 terbanyak di DKI Jakarta dengan 2.198 kasus

Meski pasien penderita COVID-19 bertambah, Dwi mengatakan umumnya pasien bergejala ringan, atau tanpa gejala sehingga tidak membutuhkan rawat inap di rumah sakit, tetapi cukup menjalani isolasi di rumah tinggal.

"Sebagian kecil dari mereka memang perlu perlawatan di rumah sakit karena kondisinya cukup berat akibat komorbid, namun mayoritas kasus COVID saat ini kondisinya ringan, bahkan tanpa gejala," kata Dwi.

Berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan DKI Jakarta per 31 Juli 2022, jumlah kasus aktif di Jakarta harian turun sejumlah 281 kasus, sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 23.322 orang.

Kemudian, telah dilakukan tes "polymerase chain reaction" (PCR) sebanyak 15.163 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 12.964 orang dites PCR pada Minggu untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 2.198 positif dan 10.766 negatif.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 1.292.133 dengan tingkat kesembuhan 97,1 persen, dan total 15.402 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,2 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,5 persen.

Baca juga: Belasan gerai vaksin dimaksimalkan untuk tekan kasus di Jakbar

"Untuk 'positivity rate' atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 18,10 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari lima persen," imbuh Dwi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel