DKI sebut vaksin, isolasi, prokes untuk antisipasi Omicron di sekolah

·Bacaan 2 menit

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut vaksin, isolasi, dan protokol kesehatan menjadi poin penting untuk mengantisipasi merebaknya COVID-19 varian Omicron di sekolah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti menyebutkan bahwa poin pertama yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh pihaknya juga adalah meningkatkan perlindungan kesehatan siswa maupun perangkat sekolah dengan memastikan vaksinasi, kemudian kedua adalah mengisolasi dengan benar kasus-kasus positif.

"Poin utamanya tetap kuncinya adalah menjalankan protokol kesehatan secara baik dan menjaga kontinuitas," ucap Widyastuti di Balai Kota Jakarta, Rabu.

Untuk isolasi, lanjut Widyastuti, ada dua pilihan yang bisa dilakukan yakni isolasi mandiri di tempat tinggal pribadi pasien dan isolasi terpusat yang disediakan pemerintah pusat dan daerah.

Untuk isolasi mandiri, Widyastuti menyebut diperlukan asesmen dari satuan tugas setempat untuk menentukan apakah tempatnya cukup layak dan memang bisa untuk dilakukan isoman.

"Kalau misalkan tidak bisa, tentunya kami dorong isolasi terpusat," ucap dia.

Untuk kasus COVID-19 varian Omicron di Jakarta sudah menembus angka 500 per hari Rabu ini.

Dari seluruh kasus Omicron, Kata Widyastuti, 85 persen di antaranya merupakan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), sementara sisanya kasus transmisi lokal.

"Terkait dengan upaya antisipasi penyebaran transmisi lokal kasus varian Omicron di Jakarta, Pemprov DKI Jakarta langsung melakukan lokalisir di sekitar kawasan dengan suspek Omicron," ujar Widyastuti.

Sejak Pemprov DKI mengumumkan secara resmi perkembangan kasus Omicron pada 6 Januari 2022, data Dinkes DKI Jakarta mencatat penambahan kasus COVID-19 sebanyak 1.868 kasus dengan total 868.199 selama 6-11 Januari 2022.

Sementara kasus aktif, termasuk masyarakat yang masih dirawat/isolasi pada periode yang sama bertambah sebanyak 1.089 kasus sehingga totalnya saat ini berjumlah 2.483 atau setara dengan 0,1 persen dari total kasus aktif di Indonesia.

Untuk kasus varian Omicron, hingga 11 Januari 2022 Dinkes DKI Jakarta mencatat total kasus sebanyak 498 dengan perincian 409 merupakan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dan 89 bukan PPLN.

Pada periode 6-11 Januari 2022, Dinkes DKI Jakarta mencatat penambahan kasus varian Omicron sebanyak 247 kasus.

Untuk pasien sembuh tercatat sebanyak 852.126 orang. Total pasien sembuh 6-11 Januari 2022 sebanyak 554 orang. Adapun, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Ibu Kota saat ini angkanya mencapai 98,3 persen.

Sementara jumlah pasien meninggal dunia pada periode tersebut sebanyak 1 orang. Total, DKI Jakarta mencatat jumlah kasus meninggal sebanyak 13.590 kasus kematian.
Baca juga: DPR minta evaluasi penerapan SKB daerah yang alami peningkatan kasus
Baca juga: Kemenkes lacak transmisi lokal Omicron pelaku perjalanan Bogor-Jakarta
Baca juga: Sekolah di Jakarta Timur diminta tingkatkan prokes untuk cegah Omicron

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel